Moix Dix Mois, Faktor Eksisnya Mantan Pionir Malice Mizer

Pascabubarnya band gothic Jepang bernama Malice Mizer, Mana, mantan gitaris Malice Mizer membuat proyek baru bernama Moi Dix Mois.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Maret 2013, 12:03 WIB
Pascabubarnya band gothic Jepang bernama Malice Mizer, Mana, mantan gitaris Malice Mizer membuat proyek baru bernama Moi Dix Mois pada tahun 2002. Pionir Malice Mizer yang sering berdandan layaknya wanita ini, memilih metal dipadu dengan gothic, symphonic dan industrial sebagai genre musik di band ciptaannya itu.

Band ini selalu bergonta-ganti personil hingga harus memasang additional player saat tampil di atas panggung. Dirumorkan Mana merupakan tipe orang yang kurang demokratis dalam bermusik. Meski begitu, Moi Dix Mois merupakan band yang bisa menghidupi dan membantunya mengekspresikan diri.

Dix Infernal (2003) merupakan album pertama yang dirilisnya dengan Dialogue Symphonie sebagai hits pertamanya. Album pertama mereka cukup mendapat sambutan dari fans Malice Mizer, terutama yang mengidolakan Mana.

Lagu Shadow Temple menjadi lagu utama di album kedua yang diluncurkan 2004 dengan judul Nocturnal Opera.
Di 2005, untuk kali pertamanya mereka menggelar konser di luar Jepang. Setelah sebelumnya mereka manggung di Munich, Jerman dan Paris, Perancis atas undangan Immorality Tour. Sayangnya, setelah itu sang vokalis, Juka hengkang yang disusul oleh Kazuno, bass dan drummer Tohru.

Mana nggak kehabisan akal, setelah posisi vokal diisi oleh Seth, Moi Dix Mois pun luncurkan album ke-3 yang berjudul Beyond The Gate. Untuk manggung, Mana pun mencari pemain tambahan. Meski kerap gonta-ganti personel, band ini tidak pernah kehabisan jadwal manggung. Di 2006, mereka bermain di Leipzig, Jerman. Saat bermain di Amerika Serikat, band gothic ini terbentur masalah kebijakan sehingga mereka batal manggung. Meski begitu, Mana tetap hadir di sebuah Anime Expo di Amerika Serikat.

Kembali dengan formasi baru, mereka merilis album ke-4 yang berjudul Dixanadu (2007). Mereka pun mengadakan beberapa konser di Jepang. Kalau sebelumnya nggak bisa memuaskan masyarakat Amerika, di 2008, akhirnya mereka bisa menyapa penggemar mereka di Negeri Paman Sam ini.

Cukup lama tak bertemu para mantan personel Malice Mizer, di Jepang, band ini berkolaborasi dengan Kozi dan Yu~ki di Akasaka Blitz. Kesempatan ini dimanfaatkan Mana, Kozi dan Yu~ki menjadi ajang reuni. Dua tahun berturut-turut, Moi Dix Mois kembali menelurkan album ke-5 yang bertajuk D+Sect dan Reprise.

Moi Dix Mois sendiri berasal dari bahasa Perancis yang berarti 'aku sepuluh bulan'. Masing-masing kata tersebut memiliki makna tersendiri bagi Mana. Sehingga ia akan terus berkarir di dunia musik melalui grup ini.(Rul/Mer)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya