Resensi The Super Mario Bros. Movie: Petualangan Mario dan Luigi di Dunia Ajaib yang Cocok Untuk Jadi Tontonan Keluarga

The Super Mario Bros. Movie telah tayang di Indonesia sejak 5 April 2023, simak resensinya berikut.

oleh Jeremia Agung AnantaDiperbarui 07 April 2023, 16:40 WIB
Poster The Mario Bros Movie (2023). (Foto: Nintendo/Illumination/Universal Studios)

Liputan6.com, Jakarta Game legendaris Super Mario Bros merupakan permainan populer yang diluncurkan Nintendo pada 1985. Sejak dirilis, permainan dengan karakter utama Mario dan Luigi ini perlahan menjadi game arcade paling digemari anak-anak dari masa ke masa.

Permainan ini kemudian "berkembang biak" melahirkan banyak versi, yaitu Super Mario Kart dengan keunikan yang memikat banyak pemain. Hingga kini, popularitas Super Mario Bros. masih tetap berjaya di hati para penggemar permainan arcade.

Super Mario juga beberapa kali diadaptasi ke layar lebar misalnya Super Mario Bros.: The Great Mission to Rescue Princess Peach! (1986) dan Super Mario Bros. (1993). Kini Illumination, Universal Studios, dan Nintendo bergandeng tangan memproduksi film animasi The Super Mario Bros. Movie (2023) yang tayang di Indonesia sejak Rabu, 5 April 2023.

Film ini bertabur bintang Hollywood sebagai pengisi suaranya, seperti Chris Pratt (Mario), Charlie Day (Luigi), Anya Taylor-Joy (Princess Peach), dan Jack Black (Bowser). Simak resensi film The Super Mario Bros. Movie yang tepat dijadikan tontonan keluarga berikut ini.


Awal Mula Petualangan

Mario Bros (Chris Pratt) dan Princess Peach (Anya Taylor-Joy) di Mushroom Kingdom. (Foto: Nintendo/Illumination/Universal Studios)

Karakter utama film ini adalah adik beradik Mario (Chris Pratt) dan Luigi (Charlie Day) yang bekerja sama sebagai tukang ledeng. Sayang sekali pekerjaan perbaikan pipa air pertama mereka tak berjalan mulus. Mario pun kian murung karena merasa gagal dan disepelekan kerabat, bahkan sang ayah.

Suatu hari, terjadi permasalahan pipa yang menyebabkan banjir di Brooklyn, kota tempat Mario tinggal. Mario dan Luigi bersikeras untuk menjadi pahlawan dengan memperbaikinya. Apes mereka gagal lagi. Namun mereka menemukan ruang bawah tanah di jalanan Brooklyn dengan berbagai pipa di sekitarnya. Sejurus kemudian, keduanya tersedot ke pipa misterius berwarna hijau. 

Mario dan Luigi terbawa ke sebuah perjalanan magis di dunia baru. Siapa sangka di tengah jalan, Luigi dan Mario terpisah ke dua dunia yang berbeda. Inilah awal perjalanan Mario yang berusaha mencari keberadaan adik tercinta, dibantu Princess Peach (Anya Taylor-Joy). 


Dimanjakan Visual

Luigi (Charlie Day) saat ditangkap oleh Bowser (Jack Black).

Salah satu daya tarik utama film ini adalah kontras dari kedua dunia tempat Mario dan Luigi berada. Mario masuk ke dalam Mushroom Kingdom yang penuh warna dan kedamaian. Sementara, Luigi terjebak di Koopa Kingdom milik Bowser (Jack Black) yang kelam dan penuh kekerasan. 

Lanjut Baca:

Beberapa kali penonton diajak melihat situasi dua dunia tersebut secara bergantian. Meski begitu, transisi dari adegan satu ke yang lain dikemas rapi berkat arahan Aaron Horvath dan Michael Jelenic selaku sutradara. Sepanjang perjalanan cerita yang ditulis Matthew Fogel ini, penonton disuguhi konflik penyerta yang memeriahkan petualangan. Beberapa adegan action memiliki visual yang magis dan penuh energi. Dimodali bujet produksi 100 juta dolar AS, The Super Mario Bros. Movie memiliki cerita menarik dan visual yang memanjakan mata audiens.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya