Alumni: Saya Pernah Diremas dan Dielus-elus Guru T

Guru Biologi pelaku perbuatan amoral di sebuah SMA Negeri di Matraman ternyata sudah lama dikenal genit dan pilih kasih terhadap siswa-siswinya.

oleh Oscar FerriDiterbitkan 01 Maret 2013, 10:49 WIB
Guru mata pelajaran Biologi pelaku perbuatan amoral di sebuah SMA Negeri di Matraman, Jakarta Timur, ternyata sudah lama dikenal genit dan pilih kasih terhadap siswa-siswinya.

Kelakuan guru bernisial T itu terbongkar setelah adanya laporan dari seorang siswi kelas XII berinsial M (17) yang mengaku dipaksa melakukan seks oral sebanyak 4 kali di bawah ancaman.

Salah seorang alumni SMA Negeri bernisial SC (21) menuturkan, guru T memang dikenal genit dan pilih kasih terhadap para siswa-siswi.

"Genit-genit gitu sama mereka. Kalau siswi-siswi itu langgar aturan dibiarin. Tapi kalau sama siswi yang biasa-biasa saja atau sama siswa langgar aturan, dipermasalahin, sampai dibawa ke BK (bimbingan konseling). Di-lebay-lebayin deh pokoknya. Anak-anak jadi merasa dia pilih kasih," kata SC kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (1/3/2013).

SC yang pernah menjadi Sekretaris OSIS ini menuturkan, guru T kerap mendekati siswi-siswi yang tergolong cantik. Para siswi cantik pilihan guru T juga beberapa kali diajak pergi makan bersama usai jam sekolah.

"Bilangnya sekalian curhat. Kelihatan baik sih. Kelihatannya, tapi..." ujar SC yang lulus dari SMA pada 2008. Salah seorang teman seangkatan SC juga pernah didekati guru T.

"Saya nggak tahu jelas didekatinya itu diapain, tapi sempat dengar kabar dia diancam  tidak lulus. Tapi dia sempet ngomong ke beberapa temannya soal itu. Dan benar teman saya itu tidak lulus pas UN 2008," ungkap SC.

Berapa teman SC yang lain juga pernah mendapat perlakuan kurang sopan. Salah satunya PD (22) yang pernah diantar pulang guru T karena kunci motornya diambil temannya. "Saat pulang bareng, kaki saya dielus-elus, dipegang-pegang gitu," kata PD.

Alumni lainnya NE (22) juga mengaku selalu risih karena guru T setiap kali ketemu pasti memegang pundaknya. "Dia sambil ngeremes-ngeremes pundak saya gitu," ujarnya.

Kelakuan guru T mulai terbongkar setelah kasus amoral yang dialami siswi Kelas XII berinisial M. Dia mengaku 4 kali menjadi korban pelecehan seksual oleh mantan Wakil Kepala Sekolah tersebut. Dalam rentang waktu Juni hingga Juli 2012, M dipaksa guru T melakukan seks oral dengan ancaman tidak diberikan nilai dan ijazah. (Sah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya