LMK Pelari Nusantara Kembali Bagikan Royalti Digital, Tito Soemarsono Terbesar, Haji Ukat Nomer Dua

LMK Pelari Nusantara terus memperjuangkan royalti para pencipta lagu.

oleh Aditia SaputraDiperbarui 27 Maret 2023, 23:31 WIB
Pengurus LMK Pelari Nusantara bersama Haji Ukat.

Liputan6.com, Jakarta Lembaga Manajemen Kolektif Pelari Nusantara kembali melakukan pendistribusian royalti digital bagi anggotanya yang terbaca meta datanya selama bulan November ke Desember 2022. Acara pendistribusian ini sekaligus silaturahmi antara pengurus dan para anggota dengan buka puasa bersama di Cafe Kopi Mupi kawasan Ampera Kemang Jakarta Selatan, Minggu (26/3/2023).

Dalam pendistribusian royalti kali ini, ada sebanyak 16 anggota Pelari yang mendapatkan royalti digital, dengan jumlah nominal berbeda-beda. Di antara sejumlah nama penerima royalti digital itu adalah Tito Soemarsono, H. Ukat S, Timur Priyono, Sandy Sulung, pencipta lagu Bang Toyib, Maxi Mamiri, Rudy Rampengan, John Dayat pencipta lagu Baju Baru Alhamdulillah, Rudy Loho, Keenan Nasution, dan lain-lain.

Adapun tiga besar peraih royalty kali ini diperoleh oleh Ryan Kyoto sebesar Rp. 6,2 juta, kemudian H. Ukat. S sebesar Rp. 7 juta, dan yang terbesar Tito Soemarsono sebesar Rp. 11 juta.

"Kali ini anggota Pelari yang terima royalty sebanyak 16 orang, karena yang terbaca di metadata cuma lagu milik 16 orang ini, Makanya anggota yang lain kalau ada lagu-lagu baru yang belum didaftarkan segera didaftarkan agar terbaca di meta data. Saya pingin di distribusi royalty digital selanjutnya tidak hanya 16 orang yang dapet, tetapi lebih banyak lagi," ujar Ketua Umum LMK Pelari Nusantara Sandec Sahetapy.

"Jumlah royalty digital yang kami bagikan ini riil ya, nggak diutak atik, semua terbuka dan transparan. Pelari tidak mengambil potongan yang 10% itu, karena kita tau lagi banyak kebutuhan di bulan puasa ini,” tambah Sandec.

 


Perjalanan Pelari ke Depan

Pengurus LMK Pelari Nusantara bersama Tito Soemarsono.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Rudy Loho selaku Sekretaris Umum (Sekum) juga turut memberikan pandangan dan tentang perjalanan LMK Pelari ke depan.

"Saya katakan, kami berencana ingin punya gedung sendiri, mulai Desember 2023 LMK Pelari harus mempunyai tabungan sendiri, sehingga mampu membiayai organisasi sendiri, memiliki gedung sendiri untuk lancarnya organisasi," kata Rudy Loho.

Selain itu, Rudy juga menambahkan para pencipta lagu untuk terus berkarya dan jangan hanya terlena dengan ciptaan lagu lagu yang lama.

Lanjut Baca:

"Ini yang penting. Saya minta anggota Pelari ini terus berkarya agar bisa punya royalti digital yang lebih banyak lagi, saya fasilitasi di tiga tempat ya, nanti bisa koordinasi dengan Timur Priyono, bisa datang kesana untuk bikin rekaman dan syuting untuk konten Youtube. Nggak usah bayar, nanti Pelari yang tanggung. Tetapi kalau mereka lagi sibuk ya harus sabar dan antri,” sambung Rudy.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya