Peru Disebut Gantikan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, PSSI: Ada-ada Saja!

FIFA membatalkan undian Piala Dunia U-20 2023 yang sedianya berlangsung di Bali, Jumat (31/3/2023). Kini federasi sepak bola dunia itu dilaporkan sudah mencabut Indonesia sebagai tuan rumah turnamen. Sebagai gantinya, FIFA memilih Peru yang bakal menjadi penyelenggara Piala Dunia U-17 2022.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 27 Maret 2023, 21:38 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memeriksan persiapan Stadion Kapten I Wayan Dipta menuju Piala Dunia U-20 2023. Status Indonesia sebagai tuan rumah turnamen kini dalam tanda tanya. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - FIFA membatalkan undian Piala Dunia U-20 2023 yang sedianya berlangsung di Bali, Jumat (31/3/2023). Kini federasi sepak bola dunia itu dilaporkan sudah mencabut Indonesia sebagai tuan rumah turnamen.

Sebagai gantinya, FIFA memilih Peru yang bakal menjadi penyelenggara Piala Dunia U-17 2022.

Namun, anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga menepis rumor tersebut. Sebab, PSSI juga belum menerima surat resmi pembatalan drawing.

"Ada-ada saja. Surat resmi pembatalan drawing masih kita tunggu," kata Arya ketika dikonfirmasi jurnalis. 

Sebelumnya mantan pengurus PSSI Yesayas Oktavianus menyampaikan kabar penunjukkan Peru dalam perbincangan di siniar Good Radio Jakarta, Senin (27/3/2023).

“Sebetulnya, pemerintah sudah mendapatkan surat pembatalan itu dari FIFA. Akan tetapi, mereka belum mau muncul untuk memberikan pernyataan kepada rakyat Indonesia,” ujar Yesayas.

“Mungkin pemerintah sedang melakukan lobi-lobi tingkat tinggi di balik ini semua, sehingga mereka butuh sedikit waktu lagi untuk sampai kepada kesimpulan akhir. Apakah mereka menerima dan menyerah terhadap keputusan dari FIFA itu atau mereka tetap ngotot Indonesia menjadi tuan rumah.”

“Surat yang disampaikan FIFA kepada pemerintah kemarin itu sudah menunjuk Peru sebagai penyelenggara tuan rumah Piala Dunia U-20 menggantikan Indonesia. Peru merupakan penyelenggara Piala Dunia U-17,” tambahnya.


Drawing Piala Dunia U-20 2023 Dibatalkan

Maskot Piala Dunia U-20 2023, Bacuya berpose di depan fotografer saat acara hitung mundur 100 hari Piala Dunia U-20 2023 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (09/02/2023). Piala Dunia U-20 2023 akan berlangsung pada 20 Mei 2023 mendatang di Indonesia. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sebelumnya FIFA membatalkan acara undian Piala Dunia U-20 2023 yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada Jumat (31/3/2023). Meski tidak memberi alasan, PSSI menduga sikap ini diambil karena penolakan kepala daerah setempat.

Gubernur Bali I Wayan Koster menolak menyelenggarakan drawing Piala Dunia U-20 2023 di Pulau Dewata. PSSI menilai hal ini sangat kontradiktif mengingat Koster juga sudah menandatangani Government Guarante untuk menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023, termasuk di dalamnya drawing kompetisi.

"Mereka telah memutuskan membatalkan undian Piala Dunia U-20 yang akan diselenggarakan di Bali yang rencananya dilakukan pada 31 Maret 2023," kata anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Arya Sinulingga pada jumpa pers di kantor PSSI, Jakarta, Minggu (26/3/2023).

Lanjut Baca:

"Pihak FIFA belum memberikan informasi mengenai waktu dan lokasi penyelenggaraan drawing Piala Dunia U20," ucap Arya. PSSI, lanjut Arya, mengerti sulitnya memisahkan politik dan olahraga. Oleh karena itu, ucap Arya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri sebagai penanggung jawab diplomasi dan politik luar negeri dan kepada Kemenpora sebagai Inafoc atau penanggung jawab pelaksana Indonesia. "Ketua umum PSSI juga akan melaporkan kepada Bapak Presiden pada kesempatan pertama untuk mencari solusi untuk semua ini baik secara diplomasi dan politik luar negeri untuk bagaimana menyelamatkan sepakbola Indonesia yang kita cintai," lanjut Arya. Arya menyebut kelanjutan penyelenggaraan Piala Dunia U20 2023, termasuk inspeksi teknis lapangan-lapangan di Indonesia tetap dilakukan oleh FIFA. "Kami tidak menutup kemungkinan adanya konsekuensi-konsekuensi yang harus diterima oleh Indonesia dan PSSI akibat adanya permasalahan yang terjadi sehubungan dengan proses penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Indonesia," kata Arya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya