Pengakuan Christophe Galtier Usai PSG Didepak Bayern Munchen dari Liga Champions

Pelatih PSG Christophe Galtier mengakui timnya tidak punya pilihan selain menerima kenyataan tersingkir dari Liga Champions lebih awal setelah dikalahkan Bayern Munchen.

oleh Muhammad YantoDiterbitkan 09 Maret 2023, 20:30 WIB
Pemain Paris Saint Germain (PSG), Lionel Messi, berusaha melewati pemain Bayern Munchen pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2022/2023 di Allianz Arena, Kamis (9/3/2023). La Pulga dkk tersingkir dari Liga Champions. (AP Photo/Andreas Schaad)

Liputan6.com, Jakarta - Christophe Galtier mengisyaratkan bahwa Paris Saint-Germain tidak cukup baik untuk memenangkan Liga Champions. Itu ia ungkapkan setelah PSG tersngkir dari babak 16 besar.

PSG takluk dari Bayern Munchen 0-2 dalam laga leg kedua di Allianz Arena, Kamis (9/3/2023) dini hari WIB. Dengan demikian, raksasa Prancis itu harus angkat koper dari Liga Champions dengan agregat 0-3.

Hasil ini menjadi yang terburuk yang dialami PSG dalam tujuh musim terakhir di Liga Champions. Untuk kali pertama, sang raksasa Prancis gugur di babak 16 besar.

Galtier mengakui Paris Saint-Germain tidak punya pilihan selain menerima kenyataan tersingkir dari Liga Champions lebih awal. "Ini kekecewaan besar. Sayangnya kami harus mencernanya dan menerimanya," kata Galtier kepada penyiar Canal Plus.

"Kami harus melanjutkan liga. Semua orang kecewa, tidak terkecuali saya. Bahkan jika kami mengalami banyak kesulitan di leg pertama, kami menaruh banyak harapan di leg kedua," sambungnya.

Galtier menyesali kegagalan Vitinha mencetak gol di babak pertama. Ketika pertandingan masih imbang, tembakannya berhasil ditepis oleh bek Bayern Munchen Matthijs de Ligt. Dia juga mengeluhkan pertahanan timnya yang mudah ditembus lawan.

"Kami memiliki kesempatan yang sangat bagus ketika kami menciptakan peluang. Kami bersaing dengan lawan kami dan berada di top performa. Sayangnya kami tidak dapat memanfaatkan peluang yang kami miliki," ucapnya.

"Kemudian di babak kedua kami kebobolan gol yang sangat bodoh. Pada level ini Anda harus sedikit lebih tenang. Jelas kami berada di bawah tekanan dari Bayern. Pada saat itu Anda tidak perlu malu untuk bermain lama, keluar dari tekanan."

"Dan jelas setelah satu jam ketika Anda berada di belakang, itu menjadi sangat sulit. Saya tidak tahu apakah itu pelajaran yang perlu kami pelajari tetapi itu membuat frustrasi dan mengecewakan. Permainan pasti akan berbeda seandainya kami mencetak gol lebih dulu." tegasnya.


Banyak Pemain Cedera

Pemain Paris Saint-Germain (PSG), Neymar, meringis kesakitan saat cedera setelah berebut bola dengan pemain Lille, Benjamin Andre, pada laga Liga Prancis di Stadion Parc des Princes, Minggu (19/2/2023). Neymar pun langsung menerima perawatan di tengah lapangan. (AFP/Frank Fife)

Tugas PSG juga diperumit oleh cedera di pertahanan. Kapten Marquinhos harus ditarik keluar karena masalah tulang rusuk sebelum turun minum.

Lanjut Baca:

Penggantinya di bek tengah, Nordi Mukiele, juga sempat diragukan kebugarannya sebelum pertandingan. Dia hanya bertahan hingga jeda sebelum harus ditarik keluar. "Kami memiliki banyak pemain penting yang absen di game pertama dan di game kedua. Kami harus mengganti dua bek tengah, satu di babak pertama dan satu di babak pertama. Itu sangat melemahkan kami," ujar pelatih PSG Christophe Galtier. "Sama seperti Bayern mendominasi pertandingan pertama, kami bermain sangat berbeda malam ini. Itu tidak cukup dan jelas ada banyak frustrasi dan kekecewaan di ruang ganti. Tapi kami tidak bisa mengulangi pertandingan ini. Kami harus melihat ke depan sekarang," sambungnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya