Lagi, seputar spekulasi masa depan pelatih terkenal asal Portugal Jose Mourinho di Santiago Bernabeu, markasnya Real Madrid. Meskipun masih terikat kontrak kerja sampai Juni 2016, di mata mantan Presiden Los Blancos, Ramon Calderon, kiprah Special One di Madrid akan berakhir di pengujung musim ini.
Menurut Calderon, adalah gaya arogan dan karakter Mourinho yang konfrontatif telah membuat situasi yang tak kondusif bagi para pemain dan staf klub. Hal itu terbukti dari buruknya penampilan Madrid di kancah La Liga di musim ini yang telah tertinggal 16 poin dari musuh bebuyutan Barcelona.
“Real Madrid mempunyai masalah terkait sikap dan tindakan Jose Mourinho,” ujar Calderon seperti yang dikutip talkSPORT. “Kami tidak terbiasa melihat seorang pelatih yang gemar mengeluhkan soal wasit, UEFA, dan cedera. Sesuatu yang tidak saya sukai. Kami lebih senang dengan seorang pelatih yang membicarakan apa yang terjadi di lapangan,” imbuhnya.
Lalu? “Tampaknya ia akan segera hengkang (di akhir musim ini) dan boleh jadi ia bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG). Memang, ia sempat menyatakan keinginannya untuk tetap tinggal. Tapi, saya pikir yang terjadi sebaliknya. Segala sesuatunya telah di luar kendali dan Real Madrid tidak akan lagi mentolerir sikap dan kelakuannya,” tegas Calderon.
Lebih lanjut, Calderon membenarkan spekulasi yang beredar belakangan yang menyatakan jika telah terjadi pertikaian antara Mourinho dan para pemainnya. Dalam arti, situasi di ruang ganti tidak harmonis lagi.
“Beberapa pemain, utamanya bintang Spanyol, tampak jelas tidak senang dengan kelakuannya (Mourinho). Saya selalu katakan jika hal ini merupakan kesalahan presiden (Florentino Perez). Jose Mourinho bukanlah sosok penipu atau main curang. Ia tidak berubah sejak dulu. Memang, kelakuannya sepertit itu. Dimanapun ia berada, sikap dan tindakannya sama. Ketika Perez memboyongnya, ia pun tahu dengan risikonya,” klaim Calderon.
Calderon mengakui jika Madrid di bawah kepemimpinannya tidak akan pernah mendaulat Mourinho sebagai pelatih. “Saat saya merekrut Cristiano Ronaldo, saya berurusan dengan Jorge Mendes, agen Ronaldo dan Mourinho. Ia (Mendes) selalu berbicara soal prospek Madrid memboyong Mourinho. Sama dengan pikiran saya saat ini, saat itu pun saya tidak berpikir sepanjang sejarah Real Madrid akan menemui seorang pelatih yang punya ulah seperti Mourinho,” kecam Calderon.
Berbanding terbalik dengan Mourinho, Calderon setuju dengan opini sebagian besar fans Madrid yang menginginkan manajemen klub membeli bintang Tottenham Hotspur, Gareth Bale. “Saya pikir ia pemain yang fantastis. Ia tipe pemain yang disukai setiap klub. Memang, Madrid mempunyai limit dalam bujet transfer. Namun, saya pikir, untuk membeli Bale, dana klub masih mencukupi,” pungkas Calderon. (SC)
Menurut Calderon, adalah gaya arogan dan karakter Mourinho yang konfrontatif telah membuat situasi yang tak kondusif bagi para pemain dan staf klub. Hal itu terbukti dari buruknya penampilan Madrid di kancah La Liga di musim ini yang telah tertinggal 16 poin dari musuh bebuyutan Barcelona.
“Real Madrid mempunyai masalah terkait sikap dan tindakan Jose Mourinho,” ujar Calderon seperti yang dikutip talkSPORT. “Kami tidak terbiasa melihat seorang pelatih yang gemar mengeluhkan soal wasit, UEFA, dan cedera. Sesuatu yang tidak saya sukai. Kami lebih senang dengan seorang pelatih yang membicarakan apa yang terjadi di lapangan,” imbuhnya.
Lalu? “Tampaknya ia akan segera hengkang (di akhir musim ini) dan boleh jadi ia bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG). Memang, ia sempat menyatakan keinginannya untuk tetap tinggal. Tapi, saya pikir yang terjadi sebaliknya. Segala sesuatunya telah di luar kendali dan Real Madrid tidak akan lagi mentolerir sikap dan kelakuannya,” tegas Calderon.
Lebih lanjut, Calderon membenarkan spekulasi yang beredar belakangan yang menyatakan jika telah terjadi pertikaian antara Mourinho dan para pemainnya. Dalam arti, situasi di ruang ganti tidak harmonis lagi.
“Beberapa pemain, utamanya bintang Spanyol, tampak jelas tidak senang dengan kelakuannya (Mourinho). Saya selalu katakan jika hal ini merupakan kesalahan presiden (Florentino Perez). Jose Mourinho bukanlah sosok penipu atau main curang. Ia tidak berubah sejak dulu. Memang, kelakuannya sepertit itu. Dimanapun ia berada, sikap dan tindakannya sama. Ketika Perez memboyongnya, ia pun tahu dengan risikonya,” klaim Calderon.
Calderon mengakui jika Madrid di bawah kepemimpinannya tidak akan pernah mendaulat Mourinho sebagai pelatih. “Saat saya merekrut Cristiano Ronaldo, saya berurusan dengan Jorge Mendes, agen Ronaldo dan Mourinho. Ia (Mendes) selalu berbicara soal prospek Madrid memboyong Mourinho. Sama dengan pikiran saya saat ini, saat itu pun saya tidak berpikir sepanjang sejarah Real Madrid akan menemui seorang pelatih yang punya ulah seperti Mourinho,” kecam Calderon.
Berbanding terbalik dengan Mourinho, Calderon setuju dengan opini sebagian besar fans Madrid yang menginginkan manajemen klub membeli bintang Tottenham Hotspur, Gareth Bale. “Saya pikir ia pemain yang fantastis. Ia tipe pemain yang disukai setiap klub. Memang, Madrid mempunyai limit dalam bujet transfer. Namun, saya pikir, untuk membeli Bale, dana klub masih mencukupi,” pungkas Calderon. (SC)