Yang pertama adalah Jetbus generasi pertama. Bus ini hadir dalam dua varian yaitu Non High Deck dan High Deck. Bus ini menggunakan lampu Headlamp halogen berbentuk daun, namun sudah ada sedikit sentuhan LED yang terletak pada bagian atas lampunya. Tak hanya itu, Lampu belakang yang berukuran cukup besar juga masih menggunakan bohlam dan terlihat menyambung. Sementara pada bagian pilarnya menggunakan pilar yang terinspirasi dari bus Mercedes-Benz Travego dari Eropa.
Generasi kedua ini dinamai Jetbus 2 yang merupakan pengembangan dari generasi sebelumnya dengan perubahan minor. Lampu depan sudah menggunakan lampu berbentuk tajam dengan LED dan halogen untuk lampu jauhnya. Perubahan juga terjadi pada bagian belakang yang dimana lampunya juga sudah menggunakan LED. Perubahan lainnya yaitu penambahan spoiler dan perubahan pada grill belakang. Sementara untuk pilarnya masih sama dengan generasi sebelumnya.
Jetbus 2+ merupakan pengembangan dari Jetbus 2. Adapun perubahan yang mencolok pada bus ini terletak pada model pilar kaca nya yang terinspirasi dari bus Setra Top Class 500 buatan Daimler. Perubahan lainnya terdapat pada lampu interior dan kisi-kisi AC yang mengalami perubahan. Untuk bagian depan dan bagian belakang tidak ada perubahan yang mencolok.
Pengembangan berikutnya adalah Jetbus 2+ dengan jenis double glass. Bus ini tersedia dalam varian High Deck Double Glass (HDD) dengan tinggi sekitar 3,7 meter, dan Super High Deck (SHD) yang memiliki tinggi hampir 3,9 meter. Bus dengan kaca depan ini ini mengawali tren bus Double Glass di Indonesia.
Jetbus 2+ SDD (Super Double Decker) merupakan generasi kedua Jetbus yang hadir dalam wujud bus tingkat. Bus ini pertama kali dipamerkan pada tahun 2015 tepatnya pada gelaran pameran otomotif GIIAS 2015. Bus ini dipamerkan bersamaan dengan Jetbus 2+ varian Super High Deck.
Jetbus 3 pertama kali diperkenalkan pada acara GIICOMVEC 2018 yang merupakan ajang pameran kendaraan komersial. Bus ini pertama kali dipamerkan dalam varian High Deck Double Glass (HDD) dan merupakan generasi ketiga Jetbus. Bus ini memiliki perubahan minor pada bagian depan dan belakang dengan menggunakan lampu berjenis LED dengan Sequential Turning Signal. Bus ini juga memiliki perubahan pada bagian bemper depan dan belakang, namun untuk bentuk pilar kaca dan topinya masih menggunakan bentuk yang sama seperti generasi sebelumnya. Adapun Varian dari Jetbus 3 ini terdiri dari varian HDD dan SHD.
Selanjutnya adalah Jetbus 3+ yang merupakan pengembangan dari Jetbus 3. Bus ini hadir dalam tiga varian yaitu High Deck Double Glass (HDD), Super High Deck (SHD), dan Ultra High Deck (UHD). adapun perubahan yang terdapat pada bus ini yaitu pada foglamp, pilar samping dan bagian topi.
Jetbus 3+ Facelift merupakan penyempurnaan dari Jetbus 3+. Adapun perubahan terdapat pada bagian bemper dan pilar di kaca samping yang dibuat lebar. Adapun varian yang tersedia adalah High Deck Double Glass (HDD), Middle High Deck (MHD) Super High Deck (SHD), Ultra High Deck (UHD), Double Decker, dan Double Decker Voyager yang dapat memuat mobil sport pada dek bawahnya.
Jetbus 3+ Dream Coach merupakan generasi ketiga jetbus yang hadir dalam wujud Sleeper Bus. Bus ini menawarkan tingkat kenyamanan yang tinggi dalam perjalanan. Pada bagian dalamnya terdapat kabin yang berisi kursi rebah bertingkat yang mirip dengan hotel kapsul. Bus ini memiliki perubahan pada bagian pilar sampingnya.
Setelah hadir dalam versi Double Glass akhirnya Jetbus kembali dalam wujud Single Glass. Jetbus 3+ varian Single Glass ini tersedia dalam varian High Deck (HD), Middle High Deck (MHD), dan Super High Deck (Super High Deck). Bus ini hadir dan memberikan pemandangan yang luas kepada penumpangnya.