Resensi Film Boy from Heaven: Agen Pemerintah Tewas Ditusuk Belati, Kampus Al Azhar Mesir Gempar

Boy from Heaven yang dirilis di Amerika Utara dengan judul Cairo Conspirasy ini mewakili Swedia di ajang Oscar 2023 kategori Film Fitur Internasional Terbaik.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 02 Maret 2023, 15:40 WIB
Poster film Boy From Heaven. (Foto: Dok. Arte France/ KlikFilm)

Liputan6.com, Jakarta Memasuki musim penghargaan, sejumlah film kaliber festival berdatangan ke Indonesia. Salah satunya, Boy from Heaven yang dirilis di kawasan Amerika Utara dengan judul Cairo Conspirasy.

Film Boy from Heaven mewakili Swedia di ajang Oscar 2023 kategori Film Fitur Internasional Terbaik. Sayang, karya sineas Tarik Saleh ini gagal menembus nominasi. Meski begitu, bukan berarti ini ini tak ciamik.

Boy From Heaven dengan performa menjanjikan dari Tawfeek Barhom dan Fares Fares salah satu film penting tahun ini. Menegangkan dengan tuturan rapi plus isu aktual soal wajah Islam dalam pemerintahan Mesir.

Meraih dua piala di Festival Film Cannes 2022 termasuk Skenario Terbaik, berikut resensi film atau review film Boy From Heaven yang bisa Anda saksikan secara legal lewat platform streaming KlikFilm.

 


Diterima di Kampus Al Azhar

Tawfeek Barhom sebagai Adam dalam film Boy From Heaven. (Foto: Dok. Atmo/ Memento/ Bufo/ KlikFilm)

Adam Taha (Tawfeek Barhom) yang tinggal di kampung nelayan kawasan Manzala datang ke masjid. Imam Desa (Hassan El Sayed) memberinya sepucuk surat berisi kabar bahagia: diterima di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Tiba di sana, Al Azhar dalam fase genting. Pasalnya, Imam Besar meninggal dunia. Kabar ini sampai ke telinga Pemerintah. Mereka menghendaki Imam Besar pengganti adalah Omar Beblawi (Jawad Altawil) sementara para akademisi melirik Al Durani (Ramzi Choukair).

Perang kepentingan terjadi. Suasana makin kacau setelah agen Pemerintah di lingkungan kampus, Zizo (Mehdi Dehbi) mengaku kepada atasannya, Kolonel Ibrahim (Fares Fares), bahwa identitasnya sudah ketahuan. Ia akan mencari agen pengganti.

Pilihan jatuh kepada Adam. Zizo mendekati Adam. Hubungan mereka menghangat. Apes, beberapa hari kemudian, Zizo tewas ditusuk belati oleh sejumlah pria. Ibrahim lantas merekrut Adam untuk mengecek siapa sang eksekutor.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Eksekusi Isu Sensitif

Salah satu adegan film Boy From Heaven. (Foto: Dok. Atmo/ Memento/ Bufo/ KlikFilm)

Bekerja sebagai “malaikat” alias mata-mata Pemerintah tak semudah yang dibayangkan. Pasalnya, ia harus meyakinkan geng Persaudaraan Muslim yang diduga kuat menghabisi Zizo di sekitar kampus. Kejutan yang tak dirindukan terjadi.

Salah satu petinggi Al Azhar yang paling disegani, Syekh Negm (Makram Khoury) alias Syekh Buta mengaku membunuh Zizo. Pemerintah makin gerah karena tahu persis bukan dia pelakunya. Apa motif di balik semua ini?

Lanjut Baca:

Isu sesensitif ini dieksekusi Tarik Saleh dengan cermat lewat pemilihan pemain yang pas. Secara fisik, Tawfeek Barhom merefleksikan pemuda kebanyakan. Wajahnya tampak awam, dihadapkan pada posisi nyaris tak punya pilihan ia mencoba mempelajari pola intrik.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya