Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan Kamis pagi, (23/2/2023). Namun, penguatan IHSG tipis dan didukung mayoritas sektor saham yang menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik tipis 6.810,10. Pada pukul 09.20 WIB, IHSG menanjak 0,24 persen ke posisi 6.826. Indeks saham LQ45 bertambah 0,22 persen ke posisi 941. Mayoritas indeks sektor saham menghijau. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.820,96 dan terendah 6.813. Sebanyak 244 saham menguat dan 174 saham melemah. 215 saham diam di tempat.
Advertisement
Total frekuensi perdagangan saham 157.067 kali dengan volume perdagangan 2,7 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 1,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.196.
Mayoritas indeks sektor saham (IDX-IC) menghijau kecuali sektor kesehatan, nonsiklikal dan keuangan. Sektor saham kesehatan merosot 1,07 persen, sektor saham keuangan susut 0,11 persen dan sektor saham nonsiklikal tergelincir 0,11 persen.
Sektor saham energi menanjak 0,89 persen, sektor saham basic mendaki 0,24 persen, sektor saham industri melonjak 0,41 persen, sektor saham siklikal mendaki 0,39 persen. Sementara itu, sektor saham properti menanjak 0,23 persen, sektor saham teknologi bertambah 0,50 persen, sektor saham infrastruktur naik 0,20 persen dan sektor saham transportasi melesat 1,2 persen.
Di indeks LQ45, saham BBCA naik 0,29 persen ke posisi Rp 8.700 per saham, saham BBRI mendaki 0,42 persen ke posisi Rp 4.780 per saham. Di sisi lain, saham ANTM stagnan di posisi Rp 2.050 per saham.
Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG melemah 0,9 persen ke posisi 6.809 pada perdagangan Rabu, 22 Februari 2023. Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mencalonkan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk periode kedua.
Pada perdagangan Rabu, 22 Februari 2023, saham-saham bank besar melemah antara lain saham BBNI melemah 2,2 persen, saham BMRI tergelincir 2 persen, saham BBRI terpangkas 1,2 persen, saham BBCA merosot 0,3 persen, dan saham GOTO tergelincir 4,1 persen sehingga menekan IHSG.
Sementara itu, saham emiten komoditas bervariasi. Saham UNTR naik 1,4 persen, saham ITMG bertambah 1,2 persen, saham ADRO naik 1,1 persen dan saham ANTM tergelincir 1,4 persen. Saham konsumsi melemah seiring saham KLBF turun 5,7 persen, saham ACES merosot 3,7 persen, ICBP susut 0,7 persen dan UNVR terpangkas 0,4 persen.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Top Gainers-Losers pada 23 Februari 2023
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham HRTA melesat 25 persen
- Saham FMII melesat 21,36 persen
- Saham DRMA melesat 11,20 persen
- Saham ARGO melesat 9,71 persen
- Saham BEEF melesat 9,38 persen
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham CHIP terpangkas 9,52 persen
- Saham ASGR terpangkas 6,86 persen
- Saham AMAN terpangkas 6,79 persen
- Saham JAST terpangkas 6,25 persen
- Saham MEDS terpangkas 5,91 persen
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BMRI senilai Rp 141,1 miliar
- Saham BBRI senilai Rp 107,5 miliar
- Saham BRIS senilai Rp 106,8 miliar
- Saham ADRO senilai Rp 79 miliar
- Saham BBCA senilai Rp 70 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham HRTA tercatat 8.803 kali
- Saham BRIS tercatat 6.860 kali
- Saham IATA tercatat 5.402 kali
- Saham MEDS tercatat 4.946 kali
- Saham LAJU tercatat 4.188 kali
Prediksi IHSG dan Saham Pilihan Ajaib Sekuritas
Ajaib Sekuritas prediksi IHSG bervariasi pada perdagangan Kamis, 23 Februari 2023. Financial Expert Ajaib Sekuritas Christy Maryani menuturkan, IHSG akan bergerak di kisaran 6.765-6.890.
Berikut catatan Ajaib Sekuritas, Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan pajak pada Januari 2023 tumbuh 48,60 persen YoY mencapai sebesar Rp162,23 triliun. Jumlah tersebut setara 9,44 persen target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023. Pajak Penghasilan (PPh) non migas tercatat 8,96% dari target atau sebesar Rp 78,29 triliun, tumbuh 28,03 persen YoY.
Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM per Januari 2023 tumbuh 93,86 persen YoY tercatat Rp74,64 triliun. Kemudian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak lainnya tumbuh 118,72 persen YoY atau sebesar Rp1,29 triliun. Sementara itu, PPh Migas terkontraksi 10,09 persen YoY tercatat sebesar Rp 8,03 triliun.
Dari mancanegara, Goldman Sachs dan Bank of America memproyeksikan masih akan ada tiga kali kenaikan suku bunga The Fed dengan kenaikan 25 bps. The Fed diproyeksikan akan menaikan suku bunga hingga menjadi 5,25 persen-5,5 persen.
Sementara itu, Korea Selatan melaporkan Producer Price Index (PPI) pada periode Januari 2023 di level 5,1 persen YoY. Hal ini melambat dibanding periode sebelumnya yang tercatat di level 5,8 persen YoY. Namun, dalam periode bulanan inflasi tingkat produsen Korea Selatan tumbuh 0,4 persen MoM, dibanding periode bulan sebelumnya yang tercatat deflasi -0,4 persen MoM dan lebih tinggi dari konsensus sebelumnya 0,1 persen MoM.
Saham Pilihan Ajaib Sekuritas
Berikut saham- saham pilihan Ajaib Sekuritas:
1.SCMA
Buy :212
TP :220
Stop loss: <206
SCMA cenderung bergerak sideways dalam jangka pendek. Mencoba menguat berpotensi membentuk pola morning star dengan volume yang naik. MACD line golden cross dan MACD bar histogram melemah terbatas.
Emiten media menarik menjelang Pemilu. Pasalnya masyarakat akan lebih banyak mengakses informasi, alhasil belanja iklan media diproyeksikan tumbuh menjelang pemilu. Hingga kinerja per September 2022 SCMA mampu meraih pendapatan bersih Rp4,95 triliun atau meningkat 12,77% YoY. Pendapatan diproyeksikan lanjut menguat di Kuartal IV-2022 setelah SCMA memiliki hak siar FIFA World Cup 2022.
2.SIDO
Buy :880
TP : 910
Stop loss: <845
SIDO bergerak uptrend diatas MA-5 dan MA-100. Berpotensi lanjutkan penguatan yang ditopang oleh naiknya volume dan oscillator stochastic goldencross.
SIDO mencatatkan pendapatan yang terkontraksi 3,87% YoY menjadi sebesar Rp3,86 triliun di tahun 2022. Namun, segmen farmasi penjualan tumbuh 4,3% YoY menjadi Rp143,04 miliar. SIDO masih menarik dengan peluang kinerja tumbuh lebih baik di tahun 2023 di tengah daya beli masyarakat yang masih kokoh tercermin dari IKK di level 123,0 pada Januari 2023.
3.CMRY
Buy :5.000
TP : 5.150
Stop loss: <4.900
CMRY bergerak uptrend di atas pergerakan MA-5 dan MA-100 dan berpotensi masih bergerak siatas MA tersebut. Stochastic oscillator berada di area netral dan MACD bar histogram melemah terbatas.
Emiten di sektor consumer sebagai sektor defensif menjadi pilihan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang saat ini terjadi. Penurunan komoditas pangan sebagai bahan baku juga jadi katalis positif. Adapun CMRY masuk ke dalam indeks FTSE, di mana inflow asing diproyeksikan menguat.