BMKG Imbau Masyarakat Panen Hujan Guna Hadapi Kemarau 2023

Mengantisipasi kemarau tahun ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat panen air hujan.

oleh Dyah Puspita WisnuwardaniDiperbarui 21 Februari 2023, 20:22 WIB
Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan deras mengguyur kawasan Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (31/5/2022). Potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia pada hari ini dipengaruhi oleh kemunculan bibit siklon tropis 92S di Samudera Hindia selatan Jawa Barat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Mengantisipasi kemarau tahun ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat panen air hujan. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau hal tersebut pada pekan lalu.

"Mumpung saat ini hujan masih turun, maka kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan aksi panen hujan dengan cara menampungnya menggunakan tandon air atau bak penampung," ujarnya di Jakarta, Kamis, 16 Februari 2023, dilansir Antara.

BMKG memprediksi, musim kemarau pada 2023 akan lebih kering bila dibandingkan dengan periode tiga tahun terakhir, yakni pada 2020 - 2022.

Menurut Dwikorita, air hujan yang telah dipanen bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saat kemarau.

"Pada saat kemarau nanti, air tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari guna mengantisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau," jelasnya.

Sektor-sektor yang terdampak seperti sumber daya air, kehutanan, pertanian, dan kebencanaan, kata Diwkorita, perlu melakukan langkah antisipatif untuk meminimalisir potensi dampak kekeringan sebagai konsekuensi kondisi curah hujan yang rendah.

Kondisi cuaca yang kering, menurutnya juga berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan. Langkah pencegahan harus dilakukan semua pihak.

"Langkah pencegahan harus dilakukan semua pihak terkait sebagai bentuk mitigasi dan antisipasi," lanjut Kepala BMKG.

Plt Deputi Bidang Klimatologi MBKG Dodo Gunawan merinci wilayah yang diprediksi mendapat potensi curah hujan bulanan dengan kategori rendah. Pada Maret, peluang besar hujan terjadi terjadi di bagian tengah Sulawesi Tengah. Sedangkan pada April, hujan berpeluang turun di sebagian NTB, sebagian NTT, dan bagian tengah Sulawesi Tengah.

Peluang Hujan pada Mei 2023

Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan deras di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (23/11/2022). Sejak Oktober, DKI Jakarta mulai memasuki musim penghujan yang sudah masuk ke dalam tahap ekstrem. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pada Mei, potensi hujan dengan kategori rendah berpeluang terjadi di bagian selatan Sumatra Selatan, pesisir utara Banten, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa Barat, bagian timur Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Timur, sebagian Bali, sebagian NTB, dan sebagian NTT.

Sedangkan pada Juni, peluang hujan terjadi di sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Jambi, sebagian Sumatra Selatan, sebagian Lampung, sebagian Banten, DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Selatan, dan sebagian Papua bagian selatan.

 

Prediksi Hujan pada Juli-Agustus 2023

Pejalan kaki menerjang hujan deras di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (9/12/2022). Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut pihaknya akan mengkaji penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), hal ini berkaitan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi tentang potensi cuaca ekstrem pada penghujung 2022. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Lalu pada Juli hingga Agustus, hujan diprediksi turun di sebagian Aceh, sebagian Sumatra Utara, sebagian Jambi, sebagian Sumatra Selatan, sebagian Lampung, sebagian Banten, DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Gorontalo, sebagian Sulawesi Utara, dan sebagian Papua.

Dodo mengatakan, BMKG bekerja sama dengan sektor-sektor yang berpotensi terdampak kekeringan dengan memberi informasi update secara reguler mengenai perkembangan iklim dan bersama-sama menetapkan langkah mitigasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya