Kekesalan pemain Real Madrid B (Castilla), Jesse Rodriguez, karena tak diberi kesempatan bermain di tim utama Madrid ternyata tak berhenti sebatas pernyataan. Kini, pelatih Madrid Castilla, Alberto Toril, menyatakan sikap yang sama dengan anak asuhnya itu. Harian olahraga pro-Barcelona, El Mundo Deportivo, menyebut sikap tersebut membangun "Front Anti-Mourinho".
"Wajar-wajar saja dia (Jesse) meminta kesempatan. Karena dia merasa pantas, karena dia adalah pria yang bermain baik. Saya memintanya terus bermain baik, dia akan mendapatkan kesempatannya," kata pelatih berusia 39 tahun itu.
Usai kemenangan Madrid Castilla versus Guadalajara (2-1) di Liga Adelante, Toril bertemu empat mata dengan Jesse. Dalam kesempatan itu, ia meminta pemain berusia 19 tahun tidak mengulangi kritiknya terhadap Mourinho. "Saya bilang padanya untuk berhati-hati, tak ada yang salah, tak ada yang mengacaukan apapun," kata Toril.
Senada dengan Toril, kapten Madrid Castilla, Juanfran Moreno, mendukung tindakan rekan setimnya memprotes Mourinho. "Jesse tidak berbohong. Jika seseorang terganggu, itu berarti ada masalah," kata pemain berusia 24 tahun itu. "Tapi saya menerima kalau saya tak pernah masuk dalam tim utama".
Barisan penentang Mourinho di Real Madrid B tak terlepas dari rivalitas dengan seteru abadi, Barcelona. Dalam lima musim terakhir, El Barca menciptakan tren memercayai pemain binaan akademi La Masia. Hasilnya: 14 gelar dalam empat musim. Pemain terbaik dunia dalam empat edisi beruntun, Lionel Messi, juga alumni La Masia.
Karena setiap kemajuan di Barcelona akan dibandingkan secara berhadap-hadapan dengan Madrid, tren itu juga menjangkiti publik ibukota. Seperti Barca, Madridista ingin Madrid memiliki identitasnya dengan lebih banyak mengorbitkan pemain akademi.
Namun begitu, Mourinho bisa saja membantah. Dia bisa menyebutkan Alvaro Morata sebagai pemain binaan yang diberi kesempatan dalam beberapa laga. Bagi Luso, yang terpenting si pemain mampu bersaing di ruang gantinya.(MD/Def)
"Wajar-wajar saja dia (Jesse) meminta kesempatan. Karena dia merasa pantas, karena dia adalah pria yang bermain baik. Saya memintanya terus bermain baik, dia akan mendapatkan kesempatannya," kata pelatih berusia 39 tahun itu.
Usai kemenangan Madrid Castilla versus Guadalajara (2-1) di Liga Adelante, Toril bertemu empat mata dengan Jesse. Dalam kesempatan itu, ia meminta pemain berusia 19 tahun tidak mengulangi kritiknya terhadap Mourinho. "Saya bilang padanya untuk berhati-hati, tak ada yang salah, tak ada yang mengacaukan apapun," kata Toril.
Senada dengan Toril, kapten Madrid Castilla, Juanfran Moreno, mendukung tindakan rekan setimnya memprotes Mourinho. "Jesse tidak berbohong. Jika seseorang terganggu, itu berarti ada masalah," kata pemain berusia 24 tahun itu. "Tapi saya menerima kalau saya tak pernah masuk dalam tim utama".
Barisan penentang Mourinho di Real Madrid B tak terlepas dari rivalitas dengan seteru abadi, Barcelona. Dalam lima musim terakhir, El Barca menciptakan tren memercayai pemain binaan akademi La Masia. Hasilnya: 14 gelar dalam empat musim. Pemain terbaik dunia dalam empat edisi beruntun, Lionel Messi, juga alumni La Masia.
Karena setiap kemajuan di Barcelona akan dibandingkan secara berhadap-hadapan dengan Madrid, tren itu juga menjangkiti publik ibukota. Seperti Barca, Madridista ingin Madrid memiliki identitasnya dengan lebih banyak mengorbitkan pemain akademi.
Namun begitu, Mourinho bisa saja membantah. Dia bisa menyebutkan Alvaro Morata sebagai pemain binaan yang diberi kesempatan dalam beberapa laga. Bagi Luso, yang terpenting si pemain mampu bersaing di ruang gantinya.(MD/Def)