Erick Thohir Terpilih Jadi Ketum PSSI, Presiden FIFA Tak Sabar Jalin Kerja Sama

Presiden FIFA Gianni Infantino mengaku tak sabar bekerja sama dengan Erick Thohir usai dinyatakan terpilih menjadi ketua umum PSSI periode 2023-2027 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang dihelat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (16/2/2023).

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 17 Februari 2023, 20:00 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir berjalan bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino dan Menpora Zainudin Amali, Selasa (18/10/2022). (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Presiden FIFA Gianni Infantino tak sabar menjalin kerja sama dengan Erick Thohir usai dinyatakan terpilih menjadi ketua umum PSSI periode 2023-2027.

Seperti diketahui, sosok menjabat sebagai Menteri BUMN itu resmi menjadi suksesor Mochamad Iriawan usai menang dalam bursa pemilihan saat Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Kamis (16/2/2023).

Erick berhak menduduki kursi tertinggi federasi sepak bola Tanah Air lantaran berhasil mengantongi 64 suara dari total 86 voters yang bisa memberikan hak pilih.

Adapun rival terdekatnya, La Nyalla Mattalitti, hanya mampu mengoleksi 22 suara. Sementara itu, dua kandidat lain yakni Arif Putra Wicaksono dan Doni Setiabudi gagal mendapat satu vote pun dari pemilik suara.

Presiden FIFA Gianni Infantino langsung buka suara pasca kemenangan Erick Thohir dalam bursa pemilihan. Pria yang menakhodai organisasi sepak bola dunia itu memberi ucapan selamat dan mengaku tidak sabar bekerja sama dengan eks Presiden Inter Milan.

“Selamat untuk Erick Thohir atas terpilihnya dia sebagai Ketua Umum PSSI. (Saya) tak sabar untuk bekerja sama (dengannya),” tulis Infantino melalui unggahan story di Instagram pribadinya pada Kamis (16/2/2023).


Relasi Dekat

Menteri BUMN RI Erick Thohir bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino. (Istimewa)

Erick Thohir memang diketahui punya relasi dekat dengan Gianni Infantino. Meski sebelumnya tak berstatus sebagai pengurus PSSI, kontribusi Erick dalam kancah sepak bola nasional tak bisa dianggap enteng.

Ia menjadi jembatan yang meyakinkan FIFA untuk memberi kesempatan bagi Indonesia memperbaiki tata kelola pasca terjadinya tragedi Kanjuruhan pada Oktober lalu.

Menteri berusia 52 tahun tersebut juga berhasil meyakinkan Infantino untuk berkunjung ke Tanah Air dan berbicara langsung dengan Presiden RI Joko Widodo. Berkat upaya itu, FIFA memastikan tidak ada hukuman untuk Indonesia.


Awal Kedekatan

Menteri BUMN, Erick Thohir, Ketua PSSI periode 2019-2023 Mochamad Iriawan, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino. (PSSI).

Usut punya usut, kedekatan Erick dan Infantino bermula ketika dirinya masih menjabat sebagai Presiden Inter Milan pada 2015. Adapun Infantino saat itu tengah mengemban tugas selaku Sekjen UEFA.

“Ketika itu, Gianni jadi Sekjen UEFA, sehingga kami sering bertemu. Apalagi dia orang Italia dan juga seorang Interisti, jadi dengan posisi saya di Inter Milan, maka kami cepat akrab," tutur Erick saat menceritakan hubungannya dengan Infantino.

Lanjut Baca:

Erick dan Infantino juga sering bertemu saat Indonesia diganjar sanksi FIFA pada 2015. Hukuman memang sempat dijatuhkan akibat adanya kisruh antara pemerintah, yang diwakili Menpora Imam Nahrawi dengan PSSI di bawah kepemimpinan La Nyalla Matalitti. Erick pun mendapat amanah dari Presiden Jokowi untuk membantu proses komunikasi dengan FIFA agar sanksi Indonesia dicabut. Relasi penting yang ia bangun bersama federasi sepak bola dunia sukses membantu Tanah Air bebas dari hukuman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya