Profil Yunus Nusi, Calon Waketum PSSI yang Mundur Setelah Terpilih di KLB PSSI 2023

Yunus Nusi belakangan menjadi sorotan usai dirinya memilih mundur dari posisi wakil ketua umum PSSI beberapa saat setelah dinyatakan terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (16/2/2023).

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 17 Februari 2023, 15:39 WIB
Sekjen PSSI Yunus Nusi, memberi keterangan pers usai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2023). Yunus Nusi mundur sebagai Sekjen periode 2023-2027. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta Yunus Nusi sukses menuai sorotan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang dihelat di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Kamis (16/2/2023) lalu.

Pria kelahiran Gorontalo tersebut menjadi pusat perhatian lantaran ia memutuskan mundur dari jabatan, hanya beberapa saat setelah namanya diumumkan sebagai wakil ketua umum PSSI terpilih periode 2023-2027.

Seperti diketahui, Yunus Nusi memang merupakan salah satu kandidat yang memperebutkan kursi tertinggi kedua federasi sepak bola Tanah Air bersama 14 calon lainnya.

Ia bersaing dengan Eks Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang sama-sama mengincar posisi tersebut.

Kejanggalan sempat mewarnai proses pemilihan wakil ketua umum. Pemungutan suara diulang akibat adanya protes dari sejumlah voters. Mereka mencurigai adanya kecurangan, di mana sejumlah nama yang dipilih justru tak masuk dalam penghitungan.

Zainudin Amali dan Yunus Nusi sebelumnya menjadi dua kandidat dengan perolehan suara terbanyak. Mereka mengantongi masing-masing 66 dan 63 suara, sehingga dinyatakan berhak menduduki kursi wakil ketua umum.

Akan tetapi, situasi berubah usai pemilihan ulang dilakukan. Kali ini gantian Ratu Tisha Destria dan Yunus Nusi yang keluar sebagai top two. Keduanya memperoleh 54 dan 53 suara dari total 86 voters yang bisa memberikan hak pilihnya.

Drama tak berhenti sampai di situ. Yunus Nusi, yang kembali dinyatakan berhak mengisi jabatan wakil ketua umum, malah memilih mundur dari posisinya. Ia mengaku tak lebih pantas mendampingi Erick Thohir dan Ratu Tisha dibanding Menpora Amali.

“Saya, Yunus Nusi, tidak merasa lebih baik dari Pak Zainudin Amali. Beliau telah memberikan yang terbaik untuk sepak bola, beliau telah memberikan yang terbaik untuk olahraga Indonesia. Tiga tahun saya bersama beliau, saya tahu persis keikhlasan beliau untuk memajukan sepak bola Indonesia,” ujarnya selepas KLB PSSI.

“Saya sangat tidak pantas berada di sini, dan sangat pantas Bapak Zainudin Amali serta Bapak Erick Thohir memimpin sepak bola ke depan,” katanya menambahkan.


Kiprah Yunus Nusi

Sekjen PSSI 2021-2023 Yunus Nusi, memberi keterangan pers usai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2023). Yunus Nusi mundur sebagai Sekjen periode 2023-2027. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bicara soal pengalaman, Yunus Nusi sebenarnya bukanlah sosok asing dalam kancah sepak bola Indonesia. Malahan, ia merupakan salah satu wajah lama dalam kepengurusan PSSI.

Lanjut Baca:

Yunus Nusi memulai kiprahnya di dunia olahraga dengan mengemban tugas sebagai Sekretaris Umum Taekwondo Indonesia wilayah Kalimantan Timur. Posisi tersebut dipangkunya selama kurang lebih delapan tahun, terhitung sejak 2001 hingga 2009. Dalam periode yang bersinggungan, Yunus juga dipercaya menjadi pengurus KONI Kalimantan Timur periode 2006-2014, serta menjabat Sekretaris Bidang Pertandingan PB PON di daerah yang sama pada 2008. Setelahnya, Yunus Nusi loncat ke lingkup klub. Ia menempati posisi Direktur Bisnis Persisam Samarinda pada 2009 sampai 2014. Kariernya bergeser lagi ketika Yunus bergabung dengan PSSI di daerah. Ia sempat dipercaya menjadi Ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya