Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (MenkoPolhukam) RI Mahfud MD mengucapkan selamat atas terpilihnya Erick Thohir sebagai ketua umum baru PSSI periode 2023-2027. Mahfud berharap, Erick mampu mengemban tugasnya sebagai pimpinan yang bersih dan bebas dari praktek korupsi.
“Saya mengucapkan selamat atas terpilihnya Pak Erick Thohir sebagai Ketum PSSI melalui Kongres Luar Biasa (KLB). Pesan-pesan kepada Pak Erick Thohir sudah disampaikan melalui dokumen TGIPF untuk pemerintah,” tutur Mahfud MD dalam keteratangan yang diterima Liputan6.com, Jumat (17/2/2023).
Advertisement
"Saya juga sudah berdiskusi secara langsung dengan Pak Erick Thohir. Kita tahu, Pak Erick adalah orang profesional di sepak bola, yang punya kecintaan dan impian tentang kemajuan PSSI. Dia sudah sangat mampu untuk membiayai dirinya sendiri (dalam) mengurus PSSI tanpa harus korupsi,” sambungnya.
Erick Thohir menduduki kursi tertinggi federasi sepak bola Tanah Air setelah memenangkan pemilihan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Kamis (16/2/2023).
Menteri berusia 52 tahun itu unggul dengan 64 suara, mengalahkan rival terdekatnya La Nyalla Mattalitti yang mengantongi 22 suara. Dalam menjalankan tugasnya, Erick Thohir akan dibantu dua wakil, yakni Ratu Tisha dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali serta 12 anggota exco.
Percepatan KLB
Pergantian pengurus di tubuh PSSI sejatinya digelar di bulan November 2023 atau empat tahun sejak kepengurusan era Mochamad Iriawan lewat KLB, 2019 lalu. Hanya saja, kerusuhan suporter yang dikenal dengan tragedi Kanjuruhan membuat Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk untuk mengusut masalah ini mengeluarkan rekomendasi yang meminta seluruh pengurus mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap insiden yang merenggut nyawa ratusan suporter tetrsebut.
Saran TGIPF tidak bersifat mengikat karena bisa dianggap sebagai intervensi pihak luar terhadap kepengurusan federasi. Jika demikian, Indonesia berpeluang kembali mendapat sanksi FIFA seperti beberapa tahun lalu. Namun, Mochamad Iriawan menuruti rekomendasi TGIPF dan mempercepat digelarnya KLB yang akhirnya digelar pada 16 Februari 2023 dan memenangkan Erick Thohir.