Israel Tembak Mati Anak Palestina Usia 14 Tahun

Israel menembak mati anak Palestina usia 14 tahun bernama Qusai Radwan Waked di perut.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 13 Februari 2023, 15:22 WIB
Ilustrasi Konflik Israel Palestina

Liputan6.com, Ramallah - Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, pasukan Israel menyerbu Kota Jenin di Tepi Barat pada Minggu (12/2/2023), menewaskan seorang anak laki-laki berusia 14 tahun. Qusai Radwan Waked ditembak di perut.

Target dalam serangan Israel itu adalah Jibril Zubeidi, yang telah ditahan.

Dalam pernyataan bersama, Pasukan Pertahanan Israel, Polisi Perbatasan, dan Badan Keamanan Israel mengatakan bahwa selama penggerebekan "orang-orang bersenjata menembaki pasukan yang membalas dengan tembakan langsung. Selanjutnya, tersangka melemparkan alat peledak dan batu ke arah pasukan.

"Kami mengetahui laporan mengenai sejumlah orang bersenjata yang terluka selama baku tembak," sebut pernyataan Israel seperti dikutip dari CNN, Senin (13/2).

Sebuah video dari Jenin pada Minggu menunjukkan, setidaknya tujuh kendaraan militer Israel memasuki kota. Video lainnya menunjukkan asap mengepul dari belakang gedung bertingkat. Penduduk setempat mengatakan, pasukan Israel telah menggunakan bom asap selama penggerebekan.

Dituduh Terorisme

Warga Palestina membakar ban dan mengibarkan bendera nasional saat protes terhadap serangan militer Israel terhadap kamp pengungsi Jenin di perbatasan Israel-Palestina, sebelah timur Kota Gaza, 26 Januari 2023. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan masa berkabung tiga hari, di mana bendera akan dikibarkan setengah tiang. (AP Photo/Fatima Shbair)

Zubeidi yang menjadi target Israel dicurigai melakukan aktivitas teroris terhadap pasukan keamanan dan merencanakan serangan serta terlibat dalam penyitaan singkat jasad seorang pria Druze Israel yang tewas dalam kecelakaan mobil di Tepi Barat pada November. Demikian klaim pihak Israel.

Jenazah pria tersebut, Tiran Ferro, dibawa dari sebuah rumah sakit di Jenin oleh orang-orang bersenjata yang menuntut pengembalian jenazah warga Palestina yang dibunuh oleh warga Israel. Orang-orang bersenjata itu menyerahkan jenazah itu kepada pejabat keamanan Otoritas Palestina keesokan harinya.

Pasukan Pertahanan Israel menegaskan bahwa tidak ada negosiasi dan tidak ada pertukaran untuk jasad Ferro.

Menurut kantor berita Palestina WAFA, Zubeidi sebelumnya menjalani hukuman 11 tahun di penjara Israel. Salah satu saudara laki-lakinya, Dawoud, dibunuh oleh pasukan Israel tahun lalu, sementara yang lain, Zakariya, adalah seorang pejabat Fatah yang juga dipenjarakan di Israel.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya