Keberanian Riki dan Trauma Bunuh Diri Ronaldo

Contoh paling nyata adalah kekalahan (1-0) Madrid di kandang Granada di pekan ke-21. Ronaldo tidak saja gagal mempersembahkan gol untuk El Real, tetapi juga menjadi penyebab utama kekalahan dengan melakukan gol bunuh diri.

oleh ervin.kumbangDiterbitkan 23 Februari 2013, 09:10 WIB
Lima bulan silam, Santiago Bernabeu mencatat keberanian seorang Riki. Pemain Deportivo La Coruna bernama asli Ivan Sanchez-Rico Soto itu menghentakkan perasaan publik Real Madrid dengan golnya di menit ke-15 di pekan keenam La Liga 2012/2013. Memang, Madrid akhirnya unggul 5-1 lewat hat-trick Cristiano Ronaldo. Tetapi, Riki "tanpa takut" menjebol gawang Iker Casillas lebih dulu di kandang Madrid yang terkenal angker itu.

Kini, keberadaan Riki masih tetap diperhitungkan saat Madrid ganti bertandang ke Riazor, dini hari nanti. Bahkan, bek andal Madrid yang juga mencetak gol dalam laga di Madrid, Pepe, masih mengingat aksi penyerang kelahiran Aranjuez, Spanyol, 11 Agustus 1980, itu. "Kami kebobolan melalui gol Riki," kata Pepe.

Dari sisi tim, Riki memang belum bisa mengangkat Super Depor dari dasar klasemen. Namun, secara individual, mantan penyerang Getafe itu tampil sebagai yang terdepan dengan sumbangan sembilan dari total 28 gol yang dikumpulkan La Coruna musim ini.

Bukan itu saja, hal yang membuat Riki istimewa adalah kecenderungannya menggunakan kaki kiri. Lima dari total sembilan golnya berasal dari kaki kiri. Dengan kelebihan itu, ia berbeda dari super-bintang Madrid yang akan menjadi duelnya di lini depan, Cristiano Ronaldo.

Ya, Ronaldo adalah pemain dengan kekuatan utama bertumpu di kaki kanannya. Jika ingin membandingkan dengan Riki secara berhadap-hadapan, statistiklah yang akan berbicara. Di La Liga musim ini, "CR7" sudah mengumpulkan 25 gol dari 23 laga. Sebanyak 14 dari seluruh gol itu berasal dari kaki kanannya.

Dan Ronaldo memang tak perlu diragukan. Pria berusia 28 tahun kelahiran Pulau Madeira, Portugal, itu, tetap berada di level yang sepantasnya. Satu-satunya kelemahan Luso yang tampak musim ini adalah kurang bertaji ketika bermain di kandang lawan.

Contoh paling nyata adalah kekalahan (1-0) Madrid di kandang Granada di pekan ke-21. Peraih Ballon D'Or 2008 itu tidak saja gagal mempersembahkan gol untuk El Real, tetapi juga menjadi penyebab utama kekalahan dengan melakukan gol bunuh diri ke gawang Diego Lopez. Gol itu tercatat sebagai yang pertama sepanjang sejarah profesionalnya.

Namun, La Coruna tetap harus waspada. Kecepatan mantan penyerang Sporting Lisbon dan Manchester United itu sudah terbukti bisa melumpuhkan lawan. Ronaldo adalah figur utama yang menjadi tulang punggung dalam serangan balik, yang membuat Madrid dianggap sebagai yang terbaik dalam spesialisasi itu. (M)
 

Head to Head La Liga 2012/2013

Riki (Deportivo La Coruna)

Cristiano Ronaldo (Real Madrid)

24

Main

23

8

Gol

25

1

Gol kaki kanan

14

5

Gol kaki kiri

8

2

Gol kepala

3

0

Umpan

4

11,0 %

Akurasi

15,0%

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya