Malaga Menciptakan Sejarah di Eropa

Malaga membutuhkan uang dan saya membutuhkan tantangan lain yang lebih sulit.

oleh ervin.kumbangDiterbitkan 23 Februari 2013, 05:35 WIB
Krisis ekonomi telah membiarkan Salomon Rondon pergi dari tanah Spanyol. Awal musim ini, klub lamanya, Malaga, menjual penyerang asal Vanezuela kelahiran Caracas, 16 September 1989, itu, untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Setelah Rondon pergi, Malaga tampil mengesankan di Liga Champions dengan lolos ke fase gugur.

Kendati demikian, di Kazan dia mendapatkan pengalaman pertama di kompetisi Eropa. Meski di kasta kedua, Liga Europa, Rondon membuat sejarah dengan menyingkirkan juara bertahan musim lalu yang kini bertengger di posisi kedua La Liga, Atletico Madrid.

Marca berkesempatan mewawancarai Rondon. Ia bertutur tentang adaptasinya di Rusia, krisis ekonomi Malaga, dan harapannya terhadap bekas klubnya itu. Berikut petikannya:
 
Bagaimana rasanya berada di negeri dingin?
Well, awalnya saya berpikir akan sangat sulit, tetapi adaptasi berjalan dengan baik. Saya banyak bermain dan terlibat dalam kompetisi besar Liga Europa. Ini adalah musim pertama saya bermain di kompetisi Eropa dan saya sangat gembira. Hal tersulit adalah cuaca dingin, tapi saya menghadapinya. Saya berpikir itu akan menyulitkan, tapi saya mendapatkan kehangatan dari keluarga saya, putra saya bersama saya, itu memberikan motivasi ekstra.

Apa target pribadi dan tim bersama Rubin Kazan?
Tim menjalani musim yang baik di turnamen lokal meski belum maksimal. Meski begitu kami yakin bisa mengakhiri musim di tempat yang kami inginkan. Kami tampil baik di Liga Eropa, kami tersingkir di Piala Rusia dan memiliki dua kompetisi yang sulit. Kami memiliki skuat yang bagus dan semuanya tergantung ketersediaan pemain. Tapi kami akan bertarung di dua kompetisi.

Anda memiliki hubungan dengan klub Spanyol (wawancara diselingi tawa dan gurauan). Apakah itu berguna bagi Anda?
Ketika saya melihat Malaga saya menemukan diri saya di sana. Saya bertemu dan banyak berbicara dengan pemain mereka, seperti Torrontegui, Caesar. Hubungan kami berjalan baik.

Mengapa Anda meninggalkan Malaga?
Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang terjadi d
Lanjut Baca:

engan diri saya. Saya tidak memperkirakannya, saya berpikir hanya semusim saja. Tapi saya tak menyesal, yang terjadi adalah situasi ekonomi tidak bisa ditoleransi, itu memengaruhi kekuatan klub, tak ada yang disembunyikan. Tapi saya membuat keputusan yang benar. Ada klub lain, tapi saya tidak mau. Akhirnya saya memutuskan yang terbaik setelah berbicara dengan keluarga saya.Mungkin ini bukan soal harga, tapi penjualan sangat penting untuk menyuntik dana bagi klub?Ada uang dalam jumlah besar. Menurut saya, mereka tidak membayar banyak untuk saya. Mereka berusaha dan saya tak menyesal, sangat gembira. Ini adalah kesempatan bagi saya dan karir saya. Anda belajar dari semua ini. Saya tetap tersenyum pada hidup dan berterimakasih pada Tuhan.Apakah uang yang dikeluarkan Rubin Kazan memberikan Anda motivasi tambahan?Itu memotivasi saya, tapi saya terus berkembang dan meyakinkan diri itu bakal terlewati. Jika Anda berinvestasi Anda akan mengharapkan sesuatu. Malaga membutuhkan uang dan saya membutuhkan tantangan lain yang lebih sulit. Saya perlu membuktikan diri saya sebagai seorang pribadi dan manusia, saya butuh tantangan. Tahun 2012 adalah tahun yang produktif untuk saya. Bersama Malaga saya melakukan apa yang sudah saya lakukan. Bersama tim nasional saya juga tampil baik.Anda membuat impian bermain di Liga Champions hidup di Malaga?Tahun pertama saya bersusah payah dan setelah itu mereka layak mendapatkan kebahagiaan. Tahun ini Malaga semakin diakui di Eropa. Dukungan dari seluruh dunia semakin meningkat.Anda pendukung Malaga?Saya mengikuti perkembangan Malaga dan saya senang mereka mendapatkan hal yang layak. Pemain memberikan kemampuan terbaik. Mereka melakukan musim yang hebat. Mereka pantas mendapatkannya dengan apa yang sudah mereka lakukan beberapa tahun terakhir.Apakah Anda yakin Malaga akan mengalami sejarah terbaiknya?Beberapa tahun ke depan dan saya berharap yang terbaik terjadi tahun ini. Ada beberapa pemain di level hebat yang tetap bertahan bersama klub meskipun banyak yang terjadi.Apakah Anda melihat Malaga bisa terus melaju di Liga Champions?Musim ini tim melakukan itu semua, Malaga tercatat dalam sejarah.Saya belum bertanya tentang Venezuela. Mereka sedang membuat sejarah?Saya berharap kami membuat sejarah pertama di dunia. Tahun 2012 adalah tahun produktif bagi saya secara pribadi, saya mencetak lima gol di babak kualifikasi, semakin akrab dengan tim, dan terus bermimpi membuat sejarah. Sebuah kehormatan berada di sana dan dunia akan menyadari Venezuela sekarang berbeda dari sebelumnya. (M)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya