Liputan6.com, Jakarta Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia mengikuti jejak 8 pembalap lainnya yang memilih nomor 1 untuk musim balap tahun depan setelah jadi juara di MotoGP 2022. Dalam 10 tahun terakhir, nomor 1 sudah jarang terlihat.
Terakhir, nomor ini dipakai oleh Casey Stoner di 2012 usai menjadi juara MotoGP 2011. Namun setelah tahun itu, para pembalap lebih memilih untuk menggunakan nomor lama.
Advertisement
Sebut saja Marc Marquez, Jorge Lorenzo dan Joan Mir. Kini tradisi nomor 1 kembali lagi dengan keputusan Bagnaia menggunakan nomor sakral ini.
Bukan tanpa alasan nomor 1 dihindari. Konon, nomor 1 kerap membawa sial karena dianggap bakal sulit untuk juara lagi di musim berikutnya.
Francesco Bagnaia bakal mencoba untuk menghindari kutukan yang sudah berlaku selama 25 tahun. Hanya Mick Doohan yang bisa jaga gelar juara meski memakai nomor 1 sejak 1995 sampai 1998.
"Saya memilih nomor satu. Sudah lama kita semua tidak melihat angka satu di MotoGP. Saya selalu menyukai angka tersebut. Nomor satu merepresentasikan siapa kita sebenarnya, dan mengidentifikasikan kita sebagai seorang juara dunia," ungkap Bagnaia pada peluncuran tampilan terbaru Desmosedici GP23, Senin (23/1/2023).
Daftar 8 Pembalap
1. Casey Stoner 2012
Casey Stoner meraih gelar juara di MotoGP 2011. Dia tampil sempurna usai pindah ke Honda pada 2011 setelah empat musim di Ducati.
Dia saat itu meraih 350 poin dengan 10 kemenangan. Namun di musim berikutnya dia gagal mempertahankan gelar karena kalah bersaing dengan Jorge Lorenzo.
2. Jorge Lorenzo 2011
Nomor 1 dipakai Jorge Lorenzo usai menjadi juara MotoGP 2010 bersama Yamaha. Dia meraih 9 kemenangan dan mengemas total 383 poin saat itu.
Bukti nomor 1 membawa kesialan mulai dirasakan para pembalap MotoGP. Ini pula yang membuat Lorenzo tak memakai di MotoGP 2016 usai dia juara di MotoGP 2015.
3. Casey Stoner 2008
Casey Stoner memakai nomor 1 usai menjadi juara di MotoGP 2007 bersama Ducati. Nomor ini sepertinya cukup membanggakan buat Stoner sehingga mengulangnya di 2012.