Milan Tak Punya Uang untuk Bayar Pep

Pemain selalu mengingat dua "scudetto" dalam benak mereka. Kami tidak tahu apapun. Kapan pun kami pergi ke lapangan kami membawa mental untuk menang.

oleh ervin.kumbangDiterbitkan 21 Februari 2013, 01:20 WIB
Gianluca Zambrotta, 35 tahun, menyempatkan diri mengunjungi komplek latihan Barcelona di Ciudad Esportiva De Sant Joan Despi, Selasa (19/2/13). Kunjungan itu semakin berarti menjelang laga perdelapan final Liga Champions antara AC Milan versus Barcelona. Pasalnya, kedua klub itu adalah tim yang pernah dibelanya.

Kepada El Mundo Deportivo, pemain kelahiran Como, Italia, 19 Februari 1977, itu, bertutur tentang skandal pengaturan skor di Italia, proyek pembinaan tim muda, dan kenangan bersama tim nasional Italia. Berikut petikannya:

Apa yang membuat Anda mengunjungi Barcelona?
Banyak hal. Barca dan Barcelona selalu ada dalam hati saya. Meskipun saya tidak memenangkan satu gelar pun selama dua tahun berada di sana, saya tetap memiliki kenangan yang indah. Saya tetap menjalin kontak dengan pemain seperti Puyol, Xavi...

Saat Anda pergi, Barca menorehkan periode terbaiknya sepanjang sejarah...Apakah Anda menyesal tak melewati tahun-tahun menakjubkan itu?
Secara logis saya kira itu betul. Tapi dalam hidup Anda tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saya menghabiskan dua tahun yang berat di sana...dan saya harus menyelesaikan masalah hidup saya di Italia. Jika tidak, saya pasti bertahan karena memiliki sisa dua tahun kontrak. Hidup terkadang meminta Anda melompati beberapa tantangan. Di sana masih ada dua tahun yang bisa saya gunakan untuk meraih gelar, tapi yang terpenting adalah pengalaman.

Di Barca saat itu ada Ronaldinho, Eto'o, Deco, juga Messi. Apakah mereka mendekati siklus kejayaan?
Tentu. Kami memiliki tim yang spektakuler, juga Henry, Xavi, dan Iniesta...di tahun kedua kami memiliki persoalan mental dan itulah sebabnya klub melakukan sejumlah perubahan.

Saat ini, apa kegiatan Anda?
Saya sudah menjalani dua level kursus kepelatihan, dan sekarang akan mengambil kursus ketiga bersama Cannavaro, Materazzi, Inzaghi, Crespo...Kami akan berada di Florence, Juni nanti, dan kami akan menghadapi ujian akhir. Saya juga punya proyek olahraga untuk anak m
Lanjut Baca:

uda di kota saya, Como.Anda tiba di Milan di saat mereka sedang tidak menonjol di Eropa?Sejak 2007, Milan tidak menjadi protagonis di Eropa. Dan kini semakin sulit setelah menjual Ibra dan Thiago Silva. Sudah saatnya untuk mengandalkan akademi.Bagaimana Anda melihat Bojan?Baik. Dia adalah pemain muda dengan kualitas hebat dan bisa terus berkembang.Apakah Anda akan menyelesaikan pendidikan kepelatihan tahun ini?Ya, Milan adalah proyek baru saya saat ini. Tapi basisnya pemain muda, dan Bojan masuk dalam ruangan saya.Apakah Anda bisa meraih kemenangan di Italia?Ya, itu sudah terjadi di Roma, sekarang di Milan. Suatu hari saya akan "meledak" di Liga Italia.Sejujurnya, apakah Anda merasa Milan bisa menyingkirkan Barca?Sulit. Barca adalah tim terbaik di dunia.Milan saat ini kuat atau lemah?Ini tim yang sangat rapuh, dengan sedikit pengalaman di Eropa. Ancaman untuk Barca adalah El Shaarawy dan Montolivo.Prediksi Anda untuk leg pertama?Saya tidak tahu. Anda tak pernah tahu. Yang jelas akan sulit bagi Milan.Ada pembicaraan mengenai rencana Milan merekrut Guardiola. Apakah itu akan menjadi hal yang baik?Tak usah diragukan lagi, tapi itu rasanya tidak mungkin. Milan tak punya uang untuk membayar Pep. Bukan saja karena gaji, tapi juga karena persyaratan yang diminta (Pep).Secara teknis, bagaimana tim yang akan Anda latih bakal bermain?Jika saya memiliki pemain seperti Barca, tim saya akan bermain seperti Barca. Ide dalam hal cara mengumpan saya pelajari dari sini (Barca). Mengajarkan anak-anak untuk membawa bola secara benar, sejalan dengan teknik fisik. Itu perlu kerja keras karena di Italia masalahnya adalah mental.Tapi tim nasional Italia sudah mengubah gaya?Benar. Prandelli suka menguasai bola dan itu dilakukannya di Euro.Apa kenangan terbaik Anda semasa menjadi pemain?Piala Dunia 2006. Meskipun cukup aneh karena hasilnya tak terlalu baik. Lalu, bermain untuk Barca.Dan yang terburuk?Final Piala Eropa di Belgia-Belanda melawan Prancis. Bagaimana Anda melihat skandal di dua musim Liga Italia (sebagai pemain yang saat itu membela Juventus)?Pemain selalu mengingat dua "scudetto" dalam benak mereka. Kami tidak tahu apapun. Kapan pun kami pergi ke lapangan kami membawa mental untuk menang. Sangat tidak menyenangkan ketika kehilangan gelar setelah mereka berkeringat dan bekerja di lapangan.Apakah Anda merasakan sesuatu yang aneh dengan lawan-lawan Anda?Tidak.Siapa pemain yang Anda kagumi?Banyak, tetapi kebanyakan mereka yang memiliki kecepatan.Siapa pemain terbaik yang pernah bermain dengan Anda?Banyak juga. Di Barca, Iniesta, Xavi, dan Messi. Di Juventus, Zidane. Saat saya melihat Iniesta-Xavi-Messi di Barca, saya tetap terperangah.Siapa pelatih yang banyak memberikan pelajaran bagi Anda?Lippi dan Ancelotti. Tapi Rijkaard menunjukkan saya sebuah gaya sepakbola yang baru. Ketika saya datang (ke Barca), saya belum tahu banyak dan Valdes tampak lebih baik dari saya. Di sini, saya belajar sepakbola yang lebih baik.Satu anekdot yang Anda ingat?Di Piala Dunia 2006, Massimo Oddo belum bermain satu menit pun. Beberapa pemain baru saja memangkas rambut. Sebelum pertandingan, Lippi bertanya padanya apakah dia siap, dia menjawab: "Ya, Mister, Saya Siap". Dan Lippi membalas: "Baik, Saya akan memangkas Anda..."Apa nasehat terbaik yang penah Anda terima?Selalu memberi 100 persen.Dan apa yang akan Anda katakan pada klub muda setelah berkunjung ke Ciudad Deportiva?Jika anak-anak di bawah 12 tahun, bergembiralah. Jika anak muda berusia 17 tahun, tetap fokus. (MD)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya