Liputan6.com, Surabaya: Sekitar 2.500 pedagang Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, berunjuk rasa, Rabu (19/3). Mereka mendesak pemerintah kota setempat membatalkan pembangunan pasar penampungan sementara di kawasan Jalan Ahmad Yani. Menurut pedagang, pembangunan pasar penampungan tak sesuai janji semula. Investor cuma membangun stan sebanyak 2.772 unit seluas 1 x 1,5 meter persegi. Padahal, jumlah pedagang korban kebakaran Pasar Wonokromo mencapai 3.600 orang dan luas stan yang akan dibangun sesuai janji awal adalah 2 x 2 meter persegi.
Dari pemantauan SCTV, aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggelar long march dari Jalan Wonokromo, tempat pasar yang terbakar Mei 2002, menuju lokasi penampungan di Jalan Ahmad Yani. Unjuk rasa kali ini sempat memacetkan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani. Hingga berita ini ditulis, demonstrasi masih berlangung. Para pedagang tengah berjalan kaki menuju Gedung DPRD Surabaya.
Aksi serupa bukan kali pertama digelar pedagang Pasar Wonokromo. Senin silam, mereka mendatangi Gedung DPRD Surabaya untuk memprotes pembangunan Darmo Trade Center (DTC) di lahan bekas Pasar Wonokromo yang terbakar. Pengunjuk rasa juga menuding anggota Dewan menerima suap dari investor untuk memenangkan tender pembangunan DTC [baca: Pembangunan Darmo Trade Center Diprotes].(SID/Tim Liputan 6 SCTV)
Dari pemantauan SCTV, aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggelar long march dari Jalan Wonokromo, tempat pasar yang terbakar Mei 2002, menuju lokasi penampungan di Jalan Ahmad Yani. Unjuk rasa kali ini sempat memacetkan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani. Hingga berita ini ditulis, demonstrasi masih berlangung. Para pedagang tengah berjalan kaki menuju Gedung DPRD Surabaya.
Aksi serupa bukan kali pertama digelar pedagang Pasar Wonokromo. Senin silam, mereka mendatangi Gedung DPRD Surabaya untuk memprotes pembangunan Darmo Trade Center (DTC) di lahan bekas Pasar Wonokromo yang terbakar. Pengunjuk rasa juga menuding anggota Dewan menerima suap dari investor untuk memenangkan tender pembangunan DTC [baca: Pembangunan Darmo Trade Center Diprotes].(SID/Tim Liputan 6 SCTV)