Liputan6.com, Jakarta Gregoria Mariska Tunjung sukses membuat kejutan dalam duel perdana tunggal putri Grup A BWF World Tour Finals 2022 yang dihelat di Nimibutr Arena, Bangkok, pada Rabu (7/12/2022).
Ditantang jagoan China, Chen Yu Fei, pebulu tangkis berusia 23 tahun tampil perkasa dengan mengemas kemenangan meyakinkan, 21–9, 14–21, dan 21–16 dengan durasi waktu 56 menit.
Advertisement
Kedua pemain sejatinya tampil cukup berimbang di awal laga. Skor kembar pun sempat tercipta di kedudukan 2–2 dan 3–3. Akan tetapi, Gregoria sanggup mengambil alih kendali setelahnya dengan mengumpulkan tambahan empat angka beruntun.
Dominasi penggawa Merah Putih kian menguat mendekati interval. Ia unggul lima angka dengan 11–6. Ketajamannya masih sulit dipatahkan oleh Chen Yu Fei selepas jeda. Gregoria terus melaju hingga menutup set pembuka dengan keunggulan telak 21–9.
Pebulu tangkis Tiongkok mulai ke pola permainan terbaiknya di awal game kedua. Gregoria dipaksa berada di posisi minor usai Chen Yu Fei memimpin torehan angka dengan 5–1.
Berbeda dari situasi di set pertama, kali ini giliran Chen yang mendominasi jalannya pertandingan. Srikandi Merah Putih balik tertinggal enam poin saat jeda.
Gregoria mencoba mengikis selisih jarak pasca interval. Raihan lima angka beruntun sukses membuatnya hanya terpaut satu angka dari tunggal putri peringkat empat dunia.
Sayang momentum ini terputus usai Gregoria gagal mengembalikan shuttlecock. Setelahnya, Chen Yu Fei tak lagi memberi kesempatan bagi wakil Indonesia untuk bangkit. Game kedua berakhir dengan kemenangan 21–14 bagi keunggulan tunggal putri Tiongkok.
Game Ketiga
Chen Yu Fei tampil lebih percaya diri di game penentu. Sebaliknya, Gregoria justru banyak melakukan unforced errors yang menguntungkan lawan.
Penggawa Tiongkok unggul cepat dengan 4–0 di awal laga. Wakil Merah Putih hanya sempat mengumpulkan dua angka, sebelum shuttlecock kembali berpindah ke kubu lawan.
Gregoria mulai keteteran mengimbangi perlawanan Chen Yu Fei. Pebulu tangkis China dengan cerdik memaksa wakil Indonesia berlari mengejar bola dari ujung belakang hingga ujung depan area permainan. Cara ini efektif membuat penggawa Tanah Air tertinggal.