Spanyol Nyaris Tersingkir dari Piala Dunia 2022, Luis Enrique Hampir Kena Serangan Jantung

Spanyol lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 dengan dramatis usai kalah dari Jepang 1-2. Pelatih Spanyol Luis Enrique bahkan tidak menyadari timnya sempat kehilangan posisi kedua klasemen saat Kosta Rika unggul atas Jerman.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 02 Desember 2022, 16:00 WIB
Pelatih Spanyol Luis Enrique memberikan instruksi pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 melawan Jepang di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Jumat, 2 Desember 2022. Meski kalah 1-2 dari Jepang, Spanyol tetap lolos ke babak 16 besar. (AP Photo/Julio Cortez)

Liputan6.com, Jakarta - Spanyol kalah 1-2 dari Jepang pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2022 di Stadion International Khalifa, Qatar, Jumat (2/12) dini hari WIB. Tim Samurai Biru bangkit dari ketinggalan di babak kedua setelah La Roja unggul melalui gol Alvaro Morata.

Dua gol balasan Jepang dicetak Ritsu Doan dan Ao Tanaka. Hasil itu membuat skuad racikan Hajime Moriyasu finis sebagai pemimpin klasemen Grup E dengan enam poin. Sedangkan Spanyol finis di posisi kedua lantaran unggul selisih gol atas Jerman meski sama-sama memiliki empat poin.

Menghadapi Jepang, Spanyol hanya butuh satu poin untuk meraih tiket 16 besar Piala Dunia. Pelatih Spanyol Luis Enrique kemudian menyimpan sejumlah pemain kuncinya seperti Ferran Torres, Jordi Alba, dan Aymeric Laporte.

Laga Spanyol kontra Jepang dimainkan bersamaan dengan duel Jerman melawan Kostra Rika. Spanyol sempat kehilangan posisi kedua klasemen saat Kosta Rika unggul 2-1 atas Jerman di Stadion Al Bayt. Hasil itu membuat Kosta Rika sementara telah mendapatkan enam poin, unggul dua poin atas Spanyol.

Namun, Jerman mampu membalikkan keadaan dan memenangkan laga dengan skor 4-2. Sehingga Kosta Rika gagal menang dan poinnya tetap tiga sehingga finis di posisi keempat klasemen.

Luis Enrique mengaku tidak sadar jika Spanyol sempat kehilangan posisi kedua dalam beberapa menit ketika Kosta Rika unggul atas Jerman. Dia tampaknya bersyukur atas ketidaktahuannya itu.

"Kami tersingkir selama tiga menit? Mengapa Anda mengatakan ini? Saya tidak memperhatikan," kata Enrique dengan ekspresi bingung seperti dikutip Fot Mob. "Kapan itu terjadi?

"Oke, luar biasa. Saya tidak tahu ini. Mengapa? Karena saya memperhatikan pertandingan saya. Jika saya tahu, saya akan mengalami serangan jantung."

 


Rugikan Spanyol

Pelatih Spanyol Luis Enrique merayakan gol pembuka timnya ke gawang Jepang pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Jumat, 2 Desember 2022. Spanyol tetap lolos ke babak 16 besar meski kalah 1-2 dari Jepang. (AP Photo / Themba Hadebe )

Kekalahan dari Jepang pada akhirnya merugikan Spanyol. Sebab, banyak yang berpendapat perjuangan pada fase gugur akan lebih baik jika La Roja menjadi juara Grup E.

Juara Grup E akan menghadapi Kroasia pada babak 16 besar dan berpotenti melawan Brasil di perempat final.Sementara finis sebagai runner up kemungkinan Spanyol bertemu Portugal pada babak delapan besar, dengan asumsi mengalahkan Marobo di 16 besar.

Lanjut Baca:

Sebelum laga melawan Jepang, muncul kabar soal Spanyol ingin memanipukasi hasil demi menghindari Brasil. "Dalam sepak bola tidak ada sisi baik atau buruk," kata Enrique. "Dalam sepak bola Anda pantas atau tidak dan hari ini saya tidak senang sama sekali." "Ya, kami lolos, saya ingin menjadi yang teratas dengan memenangkan pertandingan ini, tapi ini tidak mungkin karena dalam lima menit mereka mendapat dua gol, dan dalam 10 menit kami benar-benar tersingkir," imbuh Enrique. "Kami dibongkar. Kami mencoba untuk menutup permainan, tapi itu tidak mungkin. Tapi, kami tidak memiliki bahaya di babak pertama, kemudian pada babak kedua... Saya mengatakan kepada mereka di babak pertama (Jepang) akan mendorong kami , mereka tidak akan rugi." "Kami tidak memiliki manajemen permainan yang baik, kami tumbang. Saya tidak senang, saya tidak pernah merayakan kekalahan," ucap juru taktik berusia 52 tahun itu. "Saya tidak punya apa-apa untuk dirayakan. Tentu saja, braketnya berubah dan banyak hal berbeda, tapi saya tidak punya apa-apa untuk dirayakan."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya