Pengalaman Erik Wibowo Dirikan Anxiety Care Indonesia, Yayasan Khusus untuk Masalah Gerd dan Anxiety

Anxiety biasanya diawali oleh timbulnya rasa tidak nyaman di badan, jantung berdebar, yang disertai oleh rasa khawatir berlebihan.

oleh Ruly RiantrisnantoDiperbarui 30 November 2022, 09:14 WIB
Yayasan Anxiety Care Indonesia. (Dok. IST)

Liputan6.com, Jakarta Mungkin banyak yang belum tahu bahwa zaman sekarang ada penyakit yang dikenal sebagai GERD dan Anxiety. Penyakit ini sedang menyebar dibeberapa kalangan usia produktif, bahkan tidak sedikit juga yang sudah terkena pada usia remaja.

Anxiety biasanya diawali oleh timbulnya rasa tidak nyaman di badan, jantung berdebar, yang disertai oleh rasa khawatir berlebihan, seperti mau mati, yang datang secara tiba tiba tanpa suatu alasan yang jelas.

Penderita kerap sudah menghabiskan dananya hingga jutaan rupiah untuk pergi ke dokter, ke IGD, atau membeli berbagai obat tradisional. Namun gejala tidak kunjung sembuh.

Para penderita sangat merasakan ada sesuatu yang penyakit yang aneh pada tubuhnya yang kadang datang secara tiba tiba. Walau mereka sering membicarakan hal ini kepada keluarga atau teman namun tidak ada yang dapat mengerti perasaannya.

Banyak yang mengira mereka hanya lebay alias berlebihan. Padahal hal ini amat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari para penderitanya.

Gejala yang datang secara tiba-tiba, dimulai dari rasa tidak nyaman di sekujur tubuh, keliyengan seperti rasa mau jatuh pingsan, sesak napas tiba-tiba, jantung berdegup kencang, rasa tercekik di leher, ataupun nyeri di beberapa bagian dada.

 

 


General Anxiety Disorder

Ilustrasi Kecemasan Credit: unsplash.com/Kinga

Gejala yang juga dikenal dengan istilah panik attack ini jelas membuat para penderita mulai merasa khawatir dengan keadaan tubuhnya, hampir setiap bulan mereka berobat bolak-balik ke dokter.

Bahkan beberapa ada yang sampai cek EKG jantung, endoskopi lambung, cek kima darah, ataupun ronsen dada namun tidak ditemukan adanya suatu penyakit yg serius.

Menurut riset yang dilakukan oleh Erik Wibowo, pendiri dari yayasan Anxiety Care Indonesia, sebagian besar dari member mereka juga mengeluhkan gejala lambung yang menetap (seperti GERD, maag, dyspepsia). Hingga pada keluhan ekstrim seperti rasa keliyengan mau pingsan yang tak kunjung sembuh walaupun sudah berobat ke dokter berbulan bulan lamanya.

Ketika gejalanya kambuh atau kumat, mereka sering memutuskan untuk langsung pergi ke IGD karena saking khawatir dengan kesehatannya.

Lanjut Baca:

Gejala lambung dan keliyengan tersebut justru diperburuk dengan adanya gangguan mental, yaitu General Anxiety Disorder (GAD), yaitu keadaan jiwa di mana penderita sering mengalami rasa cemas yang berlebihan, secara akut, dengan frekuensi yang sering. Pengalaman itu kerap membawa teror lain seperti rasa takut mati, takut terkena penyakit berat (hipokodria), takut pergi ke tempat ramai (agoraphoba), takut makan (eating disorder) atau minum obat, bahkan banyak juga yang sampai takut keluar rumah, sehingga sulit beraktivitas seperti biasa, bahkan sampai sulit untuk sekedar bersosialisasi dengan kerabat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya