Di Balik Kejutan Grup F Piala Dunia 2022: Belgia Gagal Ungguli Brasil, Maroko Petik Kemenangan Ketiga

Stadion Al Thumama seharusnya jadi saksi bisu terciptanya sejarah di Piala Dunia 2022. Namun, yang tercipta justru rekor lain.

oleh Mohamad TaufikDiperbarui 27 November 2022, 23:50 WIB
Pemain Timnas Maroko merayakan gol yang dicetak Abdelhamid Sabiri ke gawang Timnas Belgia dengan melakukan sujud syukur dalam laga matchday kedua Grup F Piala Dunia 2022 di Al Thumama Stadium, Doha, Qatar, Minggu (27/11/2022) malam WIB. (AP/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Stadion Al Thumama seharusnya jadi saksi bisu terciptanya sejarah di Piala Dunia 2022. Namun, yang tercipta justru rekor lain.

Belgia berusaha menggoreskan tinta emas pada laga Grup F melawan Maroko, Minggu (27/11/2022). Mereka tidak mau bersanding bersama Brasil sebagai negara dengan rekor kemenangan beruntun terlama sepanjang sejarah Piala Dunia.

Setan Merah, julukan Belgia, sukses menumpas delapan lawan berturut-turut, performa yang berawal dari edisi 2022. Capaian tersebut membuat mereka menyamai torehan Brasil yang melakukannya dua kali pada periode 1986-1994 dan 2002-2010.

Tapi yang ada Belgia justru menyerah 0-2 pada laga yang disiarkan langsung SCTV, Moji, streaming Vidio, serta jaringan televisi satelit NEX Parabola.

Kekalahan ini juga membuat Kevin De Bruyne dan kawan-kawan gagal mengamankan tiket 16 besar Piala Dunia Qatar. Mereka sebelumnya bisa mendapatkan tempat di babak gugur setelah membungkam Kanada di penampilan pertama.

Di sisi lain, laga Belgia vs Maroko justru menggoreskan sejarah lain. Singa Atlas, julukan Maroko, membukukan kemenangan ketiga selama mengikuti Piala Dunia. Sebelumnya mereka membungkam Portugal (3-1, 1986) dan Skotlandia (3-0, 1998).

Maroko kini berusaha memburu rekor lain dengan lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk kali kedua setelah melakukannya pada 1986. Hakim Ziyech dan kawan-kawan bisa merebut tiket asalkan memetik hasil yang dibutuhkan pada pertandingan pamungkas kontra Kanada, Kamis (1/12/2022).


Sukses Maroko

Gol tendangan bebas pemain Timnas Maroko, Hakim Ziyech ke gawang Belgia yang akhirnya dianulir wasit usai tinjauan VAR dalam dalam laga matchday kedua Grup F Piala Dunia 2022 di Al Thumama Stadium, Doha, Qatar, Minggu (27/11/2022) malam WIB. (AP/Pavel Golovkin)

Munir Mohamedi menggantikan Yassine Bounou di bawah mistar Maroko jelang pertandingan melawan Belgia. Tidak disebut alasan perubahan ini. Yang jelas, Munir menunjukkan siap diandalkan. Dia mementahkan usaha Michy Batshuayi yang lolos jebakan offside pada awal laga.

Belgia terus mendominasi bola sejak awal dalam usaha membongkar pertahanan Maroko. Sedangkan Maroko sesekali melancarkan serangan balik.

Hakim Ziyech juga coba melepas tendangan jarak jauh yang masih melambung. Begitu pula usaha Sofiane Boufal dan Achraf Hakimi yang melenceng.

Seiring bertambahnya usia pertandingan, Maroko mulai bisa meladeni permainan Belgia. Sebaliknya Kevin De Bruyne dan kawan-kawan yang menerapkan taktik counter attack.

Lanjut Baca:

De Bruyne sempat menjajal lewat tendangan bebas dari sudut sempit. Namun eksekusinya cuma menerpa sisi atas jala gawang. Pada injury time babak pertama, tendangan bebas Ziyech gagal diantisipasi kiper Belgia Thibaut Courtois. Namun, gol dibatalkan karena intervensi VAR. Sebab, pandangan Courtois terganggu Roman Saiss yang dalam posisi offside. Dengan kedua tim saling membatalkan strategi satu sama lain, skor masih 0-0 di babak pertama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya