Piala Dunia 2022: Dibungkam Senegal, Qatar Ikuti Contoh Buruk Afrika Selatan

Qatar kembali mencatat sejarah tidak mengenakkan. Setelah menjadi tuan rumah pertama yang menderita kekalahan di penampilan perdana, kini mereka berstatus penyelenggara Piala Dunia dengan hasil terburuk di lapangan.

oleh Mohamad TaufikDiperbarui 26 November 2022, 01:47 WIB
Bek Qatar, Pedro Miguel berebut bola dengan bek Ekuador, Pervis Estupinan pada pertandingan grup A Piala Dunia 2022 di Stadion Al Bayt di Al Khor, Qatar, Minggu (20/11/2022). Ekuador berhak memimpin klasemen sementara dengan koleksi tiga poin. (AP Photo/Darko Bandik)

Liputan6.com, Jakarta - Qatar kembali mencatat sejarah tidak mengenakkan. Setelah menjadi tuan rumah pertama yang menderita kekalahan di penampilan perdana, kini mereka berstatus penyelenggara Piala Dunia dengan hasil terburuk di lapangan.

Anak asuh Felix Sanchez dipermalukan Ekuador 0-2 pada laga pembuka Piala Dunia 2022, Minggu (20/11/2022). Akibat hasil itu, mereka membutuhkan kemenangan atas Senegal jika mau menjaga peluang lolos ke babak 16 besar. 

Alih-alih berjaya, Qatar kembali menyerah. Kali ini mereka tumbang 1-3 melawan Senegal di Stadion Al Thumama, Jumat (25/11/2022). Qatar cuma mendapat gol hiburan melalui Mohammed Muntari pada menit 78, dengan angka bagi Senegal dicetak  Boulaye Dia (’41), Famara Diedhiou (’48), dan Bamba Dieng (’84). 

Hasil tersebut membuat Qatar sulit melaju ke babak gugur. Mereka berpeluang bernasib sama seperti Afrika Selatan pada 2010, yang juga terhenti di fase grup. 

Sebagai gambaran, tuan rumah biasanya memiliki rapor bagus di Piala Dunia. Mereka memanfaatkan keunggulan berupa jumlah suporter untuk melangkah jauh.

Sebanyak enam penyelenggara bahkan memaksimalkan momen untuk merebut gelar, dengan dua lainnya melaju hingga final.

 

Terpuruk di Hadapan Senegal

Selebrasi pemain timnas Senegal, Famara Diedhiou (dua kanan) usai menjebol gawang Qatar dalam pertandingan kedua Grup A Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Al Thumama Stadium, Qatar, Jumat (25/11/2022). (AP Photo/Ariel Schalit)

Senegal tampil bersaing sejak menit-menit awal. Mereka terlihat lebih dominan dalam hal penguasaan bola ketimbang Qatar. Singa Teranga bahkan mampu mengancam posisi tim tuan rumah ketika pertandingan belum berjalan lama.

Ismaïla Sarr berupaya menembus pertahanan Qatar pada ke-4. Ia mencoba peruntungannya dengan melancarkan serangan. Namun sayang, bola yang dilesakkan sang pemain hanya membentur sisi luar samping gawang.

Tanda bahaya kembali dikirim ke area permainan Qatar di menit 16. Kali ini Krepin Diatta yang berusaha membobol gawang tuan rumah. Akan tetapi, si kulit bundar yang ditembakkan masih mampu ditepis oleh Meshaal Barsham.

Kedua tim masih sama-sama ompong hingga laga memasuki menit ke-26. Belum ada satu pun gol yang tercipta, baik dari kubu TImnas Qatar maupun Senegal.

Senegal tak jemu-jemu menebar ancaman di sekitar gawang Qatar. Youssouf Sabaly berada di jarak yang cukup dekat dari jaring Barsham pada menit 28. Malang, upaya penggawa Senegal masih belum membuahkan angka pertama.

Lanjut Baca:

Situasi berbalik di menit ke-34. Giliran Qatar yang punya peluang untuk mencetak gol lewat pergerakan berbahaya Afif. Akan tetapi, lajunya dihentikan oleh Sarr, sementara wasit tak menghadiahi kubu tuan rumah dengan tendangan penalti. Kebuntuan akhirnya terpecah pada menit 41. Boulaye Dia mampu memanfaatkan bola yang terlepas dari penguasaan Boualem Khoukhi. Dengan cepat ia melepaskan tembakan ke arah gawang sekaligus mencetak gol perdana bagi timnya di laga tersebut. Tambahan waktu tujuh menit tak cukup membuat Qatar mampu menyamakan kedudukan. Skor 1–0 untuk keunggulan Singa Teranga pun bertahan hingga turun minum.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya