Pertemuan G20 Hasilkan Kerjasama Bilateral dan Multilateral Saling Menguntungkan

Ada 17 pemimpin negara yang hadir secara langsung dalam forum ekonomi itu. Sejumlah negara memanfaatkan momen KTT G20 untuk melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT G20.

oleh Liputan6.comDiperbarui 16 November 2022, 17:23 WIB
Presiden Jokowi dan bu Iriana kenakan pakaian adat bali saat menghadiri makan malam bersama kepala negara anggota G20. (instagram/jokowi)

Liputan6.com, Jakarta - Konferensi Tingak Tinggi (KTT) G20 merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa. Agenda ini merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.

KTT G20 Kali ini digelar di Bali pada hari ini 15-16 November dengan mangusung tema Recover Together, Recover Stronger.

Dalam sela-sela pertemuan KTT G20 di yang dilaksanakan di The Apurva Kempinski Bali, setiap kepala negara tidak akan melewatkan pertemuan bilateral antar negara untuk dapat menjalin kerja sama antar negara.

Tercatat ada 17 pemimpin negara yang hadir secara langsung dalam forum ekonomi itu. Beberapa di antaranya melakukan kerja sama bilateral dalam sela-sela acara G20.

Dalam agenda forum internasional, biasanya memang delegasi negara menyempatkan diri melakukan bilateral. Mereka membahas seperti kerja sama ekonomi, keamanan, hingga permasalahan masing-masing negara.

Beberapa pertemuan bilateral yang terjadi di sela-sela gelaran KTT G20 di Bali pada hari pertama 15 November 2022 diantaranya, Rusia dan PBB, Prancis dan Turkiye, RRT dan Senegal, Suriname dan Canada, RRT dan Afrika Selatan, RRT dan Belanda, Amerika Serikat dan Italia, RRT dan Argentina, RRT dan Australia, RRT dan Spanyol, Inggris dan Arab Saudi, RRT dan Rusia, RRT dan Prancis, AS dan Turkiye, RRT dan Korea Selatan, Spanyol dan Singapura,  serta Arab Saudi dan Turkiye.

Selain itu, sebelumnya Indonesia juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan kelima negara G20 diantaranya dengan, Amerika Serikat, RTT,  Jepang, Turki, Australia, Prancis dan Uni Eropa serta Afrika Selatan.

Dalam pertemuan bilateral dengan Amerika Serikat, Presiden Joko Widodo mengharapkan komitmen dalam kerja sama bilateral untuk memperkuat ekonomi masing-masing negara.

"Saya mengharapkan fleksibilitas AS dalam pembahasan deklarasi kerja sama ekonomi konkret harus diperkuat," kata Presiden dalam pertemuan bilateral dengan Joe Biden, Senin (14/11/2022).

 

Hasilkan Banyak Kerja Sama Bilateral

Perdana Menteri India Narendra Modi menyapa Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi yang menyambutnya pada hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022) pagi. Setidaknya total 17 kepala negara G20 akan menghadiri KTT dua hari ini. (Kevin Lamarque/Pool via AP)

Disisi lain pertemuannya dengan Komisi Uni Eropa, Presiden Joko Widodo memberikan perhatiannya pada sektor perdagangan terhadap negara-negara Uni Eropa. Untuk itu, Jokowi berharap agar terjalin kerja sama untuk meningkatkan perdagangan dengan Uni Eropa.

"Saya menyampaikan konsen terhadap perdagangan atas produk-produk Indonesia di Komisi Eropa, jadi saya mengajak Uni Eropa menjadi mitra," kata Jokowi.

Selanjutnya, akan ada banyak pertemuan bilateral antar negara G20 yang terjadi selama perhelatan KTT G20 di Bali berlansung.

Banyaknya pertemuan bilateral antar negara G20 menjadikan presidensi G20 Indonesia yang menghasilkan banyak kerja sama bilateral atau multilateral yang saling menguntungkan.

Infografis Harapan & Langkah Nyata G20 Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi (Liputan6.com/Triyasni)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya