Belakangan ini banyak kasus kelahiran bayi tanpa anus. Bayi tanpa anus merupakan salah satu kelainan yang paling sering ditemukan pada bayi yang baru lahir.
Sebenarnya, apa penyebab dari kelainan yang membuat bayi lahir tanpa memiliki anus?
Menurut DR. dr. Rinawati Rohsiswatmo SpA (K), Konsultan Neonatologi dan staf divisi Perinatologi, Ilmu Kesehatan Anak, RSCM kelainan seperti ini belum ditemukan secara pasti apa penyebabnya. Beda seperti jantung bocor yang banyak orang sudah mengetahui penyebabnya.
Rina menambahkan bahwa apabila diketahui si anak yang lahir tidak memiliki anus, kondisi seperti itu masuk ke dalam kondisi gawat darurat, dan harus segera dilakukan operasi.
"Kondisi seperti ini masuk ke dalam kondisi gawat darurat dan harus segera dilakukan operasi dalam waktu 24 jam," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (14/2/2013)
Biasanya, operasi anus tersebut hanyalah bersifat sementara. Karena, apabila pada saat dilakukan pengecekan pada anus, usus si anak jauh dari lubang anus, maka harus dibikin anus buatan. Atau, orangtua dapat meminta kepada dokter untuk segera dilakukan kolostomi atau pembuatan lubang buatan di bagian bawah perut untuk membuang kotoran yang ada di dalam tubuh si anak.
Kalau kelak anak tersebut sudah beranjak besar, maka usus panjangnya akan ditarik, dan usus tersebut sudah dekat dengan lubang anus, baru dibuatkan anus di tempat semestinya.
Memang operasi buatan anus ini tak selalu berdampak positif untuk si bayi, tapi tak ada salahnya untuk melakukan itu dari pada tidak sama sekali.
Dampak negatif itu biasanya terjadi pada saat si bayi BAB, "Bayangin saja bagaimana repotnya. Blepetan, berantakan, dan itu harus segera dibersihkan. Jangan sampai didiamkan dan terjadi lecet. Kalau lecet biasa berakibat infeksi dan dapat membuat si bayi meninggal dunia."
Rina mengatakan seharusnya orangtua sudah mengetahui anak yang dilahirkan olehnya tidak memiliki anus. Jangan sampai diketahuinya setelah beberapa hari si bayi tersebut lahir. Takutnya akan terjadi infeksi pada bayi tersebut.
Namun, untuk saat ini, biasanya bayi yang mengalami infeksi seperti itu terjadi pada keluarga, di mana seorang wanita melahirkan di rumah sakit yang tidak memiliki alat kedokteran yang cukup mempuni.
Ketika ia tahu anaknya terlahir tanpa anus, ia pun akan membawa anaknya berobat. Dan pada saat anak itu diobati, anak tersebut mengalami rujuk sana rujuk sini yang pada akhirnya terjadi infeksi pada anak tersebut.
Tapi, ada juga wanita yang memang memiliki kesadaran tinggi, ia rutin memeriksa kandungannya ke dokter dan melakukan USG dan diketahui calon bayinya tidak memiliki anus, maka begitu anaknya lahir, dalam waktu 4 jam setelah melahirkan si anak bisa langsung menjalani operasi pembuatan anus sementara.
Bayi yang tidak memiliki anus, biasanya tidak terjadi sampai ia dewasa. Karena, pada saat bayi tersebut berusia 1 tahun, ia sudah dapat menjalani pembuatan anus yang semestinya, dan kondisinya pun normal kembali.
(Adt/Igw)
Sebenarnya, apa penyebab dari kelainan yang membuat bayi lahir tanpa memiliki anus?
Menurut DR. dr. Rinawati Rohsiswatmo SpA (K), Konsultan Neonatologi dan staf divisi Perinatologi, Ilmu Kesehatan Anak, RSCM kelainan seperti ini belum ditemukan secara pasti apa penyebabnya. Beda seperti jantung bocor yang banyak orang sudah mengetahui penyebabnya.
Rina menambahkan bahwa apabila diketahui si anak yang lahir tidak memiliki anus, kondisi seperti itu masuk ke dalam kondisi gawat darurat, dan harus segera dilakukan operasi.
"Kondisi seperti ini masuk ke dalam kondisi gawat darurat dan harus segera dilakukan operasi dalam waktu 24 jam," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (14/2/2013)
Biasanya, operasi anus tersebut hanyalah bersifat sementara. Karena, apabila pada saat dilakukan pengecekan pada anus, usus si anak jauh dari lubang anus, maka harus dibikin anus buatan. Atau, orangtua dapat meminta kepada dokter untuk segera dilakukan kolostomi atau pembuatan lubang buatan di bagian bawah perut untuk membuang kotoran yang ada di dalam tubuh si anak.
Kalau kelak anak tersebut sudah beranjak besar, maka usus panjangnya akan ditarik, dan usus tersebut sudah dekat dengan lubang anus, baru dibuatkan anus di tempat semestinya.
Memang operasi buatan anus ini tak selalu berdampak positif untuk si bayi, tapi tak ada salahnya untuk melakukan itu dari pada tidak sama sekali.
Dampak negatif itu biasanya terjadi pada saat si bayi BAB, "Bayangin saja bagaimana repotnya. Blepetan, berantakan, dan itu harus segera dibersihkan. Jangan sampai didiamkan dan terjadi lecet. Kalau lecet biasa berakibat infeksi dan dapat membuat si bayi meninggal dunia."
Rina mengatakan seharusnya orangtua sudah mengetahui anak yang dilahirkan olehnya tidak memiliki anus. Jangan sampai diketahuinya setelah beberapa hari si bayi tersebut lahir. Takutnya akan terjadi infeksi pada bayi tersebut.
Namun, untuk saat ini, biasanya bayi yang mengalami infeksi seperti itu terjadi pada keluarga, di mana seorang wanita melahirkan di rumah sakit yang tidak memiliki alat kedokteran yang cukup mempuni.
Ketika ia tahu anaknya terlahir tanpa anus, ia pun akan membawa anaknya berobat. Dan pada saat anak itu diobati, anak tersebut mengalami rujuk sana rujuk sini yang pada akhirnya terjadi infeksi pada anak tersebut.
Tapi, ada juga wanita yang memang memiliki kesadaran tinggi, ia rutin memeriksa kandungannya ke dokter dan melakukan USG dan diketahui calon bayinya tidak memiliki anus, maka begitu anaknya lahir, dalam waktu 4 jam setelah melahirkan si anak bisa langsung menjalani operasi pembuatan anus sementara.
Bayi yang tidak memiliki anus, biasanya tidak terjadi sampai ia dewasa. Karena, pada saat bayi tersebut berusia 1 tahun, ia sudah dapat menjalani pembuatan anus yang semestinya, dan kondisinya pun normal kembali.
(Adt/Igw)