Liputan6.com, Jakarta - EA Sports merilis hasil simulasi game FIFA 23 yang memprediksi duel superclasico antara Argentina vs Brasil dalam final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Dalam simulasi game FIFA 23, setelah lolos dari penyisihan grup Piala Dunia 2022, Argentina bertemu dengan Denmark di babak 16 besar yang dikalahkan dengan skor 2-1.
Advertisement
Sementara Brasil jumpa Korea Selatan. Mereka tanpa kesulitan meraih kemenangan 3-0.
Memasuki babak perempat final, Lionel Messi dan kawan-kawan jumpa Belanda yang di 16 besar menghancurkan harapan Inggris. Tetapi, Argentina lebih solid dan beruntung setelah menang 1-0. Sedangkan Brasil menghadapi Jerman yang sukses mereka hancurkan dengan skor 3-0.
Lalu di semifinal, Argentina berhadapan dengan juara bertahan Prancis yang mereka tumbangkan dengan skor 1-0. Sedangkan Neymar Jr dan kolega menghadapi Portugal dalam laga yang harus diakhiri dengan adu penalti. Brasil menang 5-4.
Tiba di puncak turnamen, Argentina dan Brasil saling berhadapan dan membuat superclasico terjadi untuk kali pertama hadir di final Piala Dunia. Hasilnya, Argentina menang 1-0 untuk memastikan gelar juara ketiga setelah 1978 dan 1986.
Simulasi game FIFA produksi EA Sports sebelumnya juga memprediksi tim juara di Piala Dunia 2010, 2014 dan 2018. Hebatnya, pemenang dari simulasi game FIFA cocok dengan kenyataan. Spanyol juara Piala Dunia 2010, kemudian Jerman di Piala Dunia 2014 dan Prancis di Piala Dunia 2018.
"EA SPORTS telah melakukannya dengan benar sejak 2010. Lihat bagaimana Piala Dunia FIFA dimainkan dalam simulasi #FIFA23 dan berikan pendapat Anda." tulis akun Twitter EA Sports.
Patahkan Dominasi Eropa
Piala Dunia 2022 di Qatar dalam hitungan hari lagi akan digelar, mulai 20 November 2022 sampai 18 Desember 2022, yang dibuka duel antara tuan rumah melawan Ekuador.
Penggemar sepak bola menantikan tim mana yang bakal merayakan gelar juara Piala Dunia kali ini. Apakah Prancis bakal mempertahankan trofi yang mereka rebut empat tahun lalu atau negara tradisional lain kembali mengulang kesuksesan di masa lalu, atau malah lahir juara dunia baru?