Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar menyelenggarakan kegiatan “Sobat Hangat, Seribu Kebaikan” di Pulau Panggang, Jumat (21/10). Acara ini terdiri dari serangkaian kegiatan yang turut diramaikan Chiki Fawzi dan didukung sepenuhnya oleh Balsem Lang.
Kegiatan pertama Sobat Hangat, Seribu Kebaikan adalah sosialisasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dibawakan oleh Aina Fisabila, seorang suster dan konselor menyusui. Aina menyampaikan tentang 10 indikator PHBS. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kesehatan.
Advertisement
Proses pengecekan kesehatan dibantu oleh UPT Puskesmas Pulau Panggang dan meliputi pengecekan berat badan, tinggi badan, tekanan darah, tes gula darah, dan tes kolesterol. Setelah selesai melakukan cek kesehatan, masyarakat diberikan bingkisan yang berisi bahan makanan pokok dan produk Balsem Lang.
“Saya senang karena ada kegiatan ini saya jadi bisa tahu apakah saya ada masalah kolesterol atau gula darah atau tidak, kalau enggak ada kegiatan seperti ini, saya enggak akan tahu,” ujar Ibu Muawanah, salah seorang penduduk Pulau Panggang.
Menjelajahi Pulau Panggang
Pulau Panggang adalah salah satu dari 110 pulau yang terletak di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Berjarak kurang dari 60 km dari Monumen Nasional, ikon DKI Jakarta, pulau ini dapat dicapai menggunakan kapal yang berlayar setiap jam 8 pagi dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara dalam waktu kurang lebih 3 jam.
Pulau Panggang merupakan pulau paling padat yang terdapat di Kepulauan Seribu dan merupakan salah satu pulau terpadat di Indonesia. Mayoritas masyarakat di Pulau Panggang bekerja sebagai nelayan.
Kondisi Pulau Panggang menarik perhatian Balsem Lang sebagai produk balsem yang dapat membantu meredakan pusing, masuk angin, melegakan pernafasan, mabuk perjalanan, mengurangi rasa gatal akibat gigitan serangga serta berbagai gejala gangguan kesehatan ringan lainnya.
Konsumen Nelayan
Balsem Lang sadar bahwa konsumen terbesar dari produknya adalah seperti masyarakat di Pulau Panggang yang banyak berkegiatan di malam hari, terpapar angin, sehingga rentan terhadap masuk angin.