Joe Biden dan Rishi Sunak Langsung Kerja Sama, Sepakat Dukung Ukraina dan Lawan China

Presiden AS Joe Biden dan PM Inggris Rishi Sunak langsung berdiskusi soal kerja sama.

oleh Tanti YulianingsihBenedikta Miranti T.VDiperbarui 26 Oktober 2022, 14:24 WIB
Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak (kanan) meninggalkan 11 Downing Street, London, Inggris, 16 September 2020. Kantor Statistik Nasional Inggris menyatakan tingkat pengangguran di Inggris naik menjadi 4,1 persen dalam tiga bulan hingga Juli, kaum muda paling terdampak. (Xinhua/Tim Ireland)

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri baru Inggris Rishi Sunak sepakat dalam pembicaraan pada Selasa (25 Oktober) untuk bekerja sama mendukung Ukraina dan melawan China, kata Gedung Putih.

Dilansir Channel News Asia, Rabu (26/10/2022), mereka berbicara untuk pertama kalinya beberapa jam setelah Sunak menjadi perdana menteri ketiga Inggris tahun ini.

Kedua pemimpin juga menegaskan kembali "hubungan khusus" yang ada antara Amerika Serikat dan Inggris, dan mengatakan mereka akan bekerja sama untuk memajukan keamanan dan kemakmuran global, sambung pernyataan Gedung Putih. 

"Para pemimpin sepakat tentang pentingnya bekerja sama untuk mendukung Ukraina dan meminta pertanggungjawaban Rusia atas agresinya," kata pernyataan itu tentang perang yang dipicu oleh invasi Rusia ke tetangganya yang pro-Barat pada Februari.

Gedung Putih mengatakan Biden dan Sunak juga setuju untuk "mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh China", yang telah diidentifikasi Washington sebagai saingan geopolitik dan ekonomi utamanya di panggung dunia saat ini.

Downing Street sebelumnya telah merilis pernyataan yang mengatakan bahwa pasangan itu "membahas sejauh mana kerja sama Inggris-AS, baik secara bilateral maupun di kawasan seperti Indo-Pasifik", serta masalah yang lebih kontroversial dari Irlandia Utara.

Sebelumnya pada hari Selasa, Biden telah memberi selamat kepada Sunak dalam sebuah tweet.

Hubungan Inggris-AS

Perdana Menteri Inggris yang baru Rishi Sunak melambai dari tangga setelah menyampaikan pidato di 10 Downing Street di London, Selasa (25/10/2022). Rishi Sunak resmi menggantikan Liz Truss memutuskan mundur dari posisinya karena kontroversi kebijakannya. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Biden menggambarkan bahwa terpilihnya perdana menteri keturunan Asia di Inggris, "cukup mencengangkan, dan merupakan sebuah tonggak terobosan".

Inggris telah menjadi sekutu penting Amerika Serikat di Eropa dalam mempersenjatai dan mendukung militer Ukraina ketika mencoba untuk mengusir invasi Rusia, yang dimulai Februari lalu.

Rishi Sunak Langsung Reshuffle Kabinet

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak melambai dari tangga 10 Downing Street di London, Selasa (25/10/2022). Perdana Menteri Inggris yang baru Rishi Sunak tiba di Downing Street Selasa setelah kembali dari Istana Buckingham di mana ia diundang untuk membentuk pemerintahan oleh Inggris Raja Charles III. (AP Photo/Alastair Grant)

Usai terpilih menjadi PM Inggris, Rishi Sunak telah menunjuk tim menteri utamanya, pada hari pertamanya sebagai perdana menteri Inggris.

Dalam pidatonya, dia mengatakan ingin menyatukan negara dan partai, serta menjanjikan stabilitas dan kepercayaan ekonomi.

Proses perombakan kabinet beberapa dapat diprediksi namun ada juga beberapa yang mengejutkan anggota parlemen.

Kesatuan, pengalaman, dan kesinambungan dalam beberapa peran yang sangat penting adalah tema yang ingin disampaikan olehnya.

Terpilihnya Rishi Sunak

FILE - Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak jadi calon kuat pengganti Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Daniel Leal/Pool via AP, File)

Rishi Sunak, pria keturunan India dan beragama Hindu terpilih sebagai PM Inggris pada Senin (24/10/2022). Rishi memenangkan pemilihan menggantikan Liz Truss yang mundur beberapa hari lalu.

Para pesaing Rishi seperti eks Perdana Menteri Boris Johnson hingga eks Meteri Pertahanan Penny Mordaunt keluar dari pencalonan.

Ia menjadi PM Inggris berikutnya setelah memenangkan perlombaan untuk memimpin Partai Konservatif. Tugas yang diembannya sangat berat, untuk mengarahkan negara yang sangat terpecah melalui penurunan ekonomi yang akan membuat jutaan orang lebih miskin.

Infografis Liz Truss Sang PM Inggris 45 Hari (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya