Cristiano Ronaldo Mulai Dimusuhi Publik Portugal, Jadi Titik Lemah di Piala Dunia 2022?

Cristiano Ronaldo dan pelatih timnas Portugal Fernando Santos dalam sorotan jelang Piala Dunia 2022 di Qatar.

oleh Anry DhanniaryDiterbitkan 24 Oktober 2022, 06:00 WIB
Timnas Portugal gagal lolos ke semifinal UEFA Nations League usai disingkirkan Spanyol dengan skor tipis 0-1 pada laga terakhir Grup B di Estadio Municipal de Braga, Rabu (28/9/2022) dini hari WIB. (AP/Rui Vieira)

Liputan6.com, Jakarta Posisi Cristiano Ronaldo di Manchester United semakin tersisih. Kini, publik Portugal mulai menyoroti CR7, yang dinilai bisa memberikan dampak buruk di Piala Dunia 2022.

Piala Dunia Qatar diprediksi adalah turnamen terakhir Ronaldo dalam upaya menjadi juara Piala Dunia. Namun, kondisinya malah tidak baik-baik saja hanya satu bulan jelang kick-off.

Situasi Ronaldo di MU memang sedang dalam titik terendah, usai menolak bermain sebagai pemain pengganti saat melawan Tottenham Hotpur tengah pekan kemarin.

Dampak sikap tidak profesional itu berbuntut panjang. Ronaldo dicoret dari tim jelang laga penting lawan Chelsea, Sabtu , 22 Oktober 2022.

Hal ini pun menjadi perhatian khusus pers Portugal, membuat nama Ronaldo menjadi trending topic di Twitter. Media sepak bola Portugal, A Bola, menempelkan wajah Ronaldo sebagai tajuk utama dengan menuliskan "Cacian baru CR7 di Manchester".

Sementara surat kabar Record juga menyinggung sikap Ronaldo yang masuk ruang ganti lebih dulu meski pertandingan belum usai. Sedangkan Maisfutebol menyatakan kalau bintang Portugal itu telah "tak memperdulikan kewajibannya sebagai pemain sepak bola".

Bahkan, Maisfutebol bertanya-tanya apakah Manajer MU Erik ten Hag akan "kehilangan kesabaran pada Ronaldo untuk selamanya" dan menegaskan kalau Ronaldo "tidak bisa menerima penolakan".

Setelah keputusan Ten Hag tidak memasukkan nama Ronaldo dalam tim melawan Chelsea, peraih lima trofi Ballon d'Or itu langsung buka suara lewat akun Instagram pribadinya.

"Saya selalu mencoba hidup dan bermain dengan penuh hormat pada kolega, rekan dan para pelatih, Seperti yang saya lakukan sepanjang karier saya, tulis Ronaldo.

Ronaldo menyatakan dirinya belum berubah. Masih bersikap profesional yang sama seperti selama 20 tahun bermain sepak bola elit. Ia pun selalu ingin memberikan contoh yang baik pada pemain muda.

"Sayang, hal itu tak selalu terjadi dan kadang panasnya momen membuat kita lupa diri," tambahnya menjelaskan situasi saat lawan Spurs.


Ronaldo Kini Jadi Titik Lemah

Cristiano Ronaldo. Bintang Portugal yang musim 2022/2023 ini tak lagi jadi pilihan utama di lini depan Manchester United ini menjadi pemain Setan Merah dengan jumlah penampilan terbanyak bersama timnas. Hingga kini ia telah mengoleksi 191 caps bersama Timnas Portugal sejak melakukan debut pada 20 Agustus 2003 dan menjadi pemain Eropa pengoleksi caps terbanyak sepanjang sejarah. Total 117 gol dan 43 assist telah dicetaknya bersama Timnas Portugal yang akan berlaga di putaran final Piala Dunia 2022 Qatar. (AFP/Miguel Riopa)

Ronaldo tidak dipungkiri adalah pemain andalan Timnas Portugal dalam satu dekade terakhir. Sosoknya diyakini masih dibutuhkan dalam skuad jelang Piala Dunia 2022 di Qatar nanti.

Lanjut Baca:

Terbukti Ronaldo hampir selalu dimainkan dalam laga UEFA Nations League. Namun, sekarang perannya mulai dipertanyakan. Portugal gagal lolos ke final UEFA Nations League setelah kalah 0-1 di kandang dari Spanyol. Penampilan Selecao Das Quinas dinilai mengecewakan. Hanya dengan waktu satu bulan lagi menuju Qatar, Portugal masih belum memperlihatkan performa menjanjikan. Dan sosok "kambing hitam" pun mengarah kedua sosok: Ronaldo dan pelatih, Fernando Santos. Seperti yang tertulis di atas, Ronaldo memang tak diragukan lagi adalah salah satu pesepak bola terbaik yang pernah ada. Kontribusinya di level klub dan timnas sangat menawan. Tapi di usia 37 tahun, Ronaldo jelas terlihat tidak lagi seperti pemain yang dulu amat ditakuti lini belakang lawan. Mentalitasnya pun dinilai terganggu akibat situasi di MU. Di level timnas, penampilannya saat melawan Spanyol seperti memperlihatkan kalau Ronaldo tak lagi pemain terbaik yang dimiliki Portugal. Ketajamannya seperti menumpul, tidak seperti yang diperlihatkannya dalam 15 tahun terakhir. Akibatnya permainan Portugal pun tidak maksimal. Dalam laga melawan Spanyol, Ronaldo menyentuh bola sebanyak 30 kali dan 9 kali kehilangan bola. Ditambah menyia-nyiakan satu peluang emas yang membuat Portugal gagal lolos ke final. Dengan banyaknya pemain-pemain muda Portugal yang saat ini sedang naik daun, Ronaldo bisa saja kehilangan posisinya di starting XI. Semua orang bisa melihat itu, tapi Santos tidak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya