Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia terus berkembang dari tahun ke tahun. Untuk edisi terbaru di Qatar, ada sejumlah aturan yang cukup berbeda dari sebelumnya. Ambil contoh yang paling kentara adalah dari penyelenggaraan. Jika Piala Dunia umumnya dilakukan pada jeda musim panas, kali ini dilakukan pada musim dingin.
Tapi, para peserta agaknya dipaksa memaklumi karena Piala Dunia 2022 diselenggarakan di Qatar. Berada di kawasan Timur Tengah, suhu rata-rata di Qatar rata-rata mencapai 120 fahrenheit atau setara 48 derajat celcius pada musim panas. Maka, mustahil menyelenggarakan kompetisi di kurun waktu tersebut.
Advertisement
Oleh karena alasan ini FIFA akhirnya memindahkan penyelenggaraan Piala Dunia 2022 ke musim dingin. Jelang Piala Dunia Qatar 2022, sederet masalah muncul. Salah satunya adalah ketika otoritas Qatar memberlakukan aturan terbaru untuk masuk ke negaranya.
Seperti yang dikutip dari Telegraph, Jumat (21/10/2022), salah seorang jurnalis mengatakan keputusan Qatar untuk memberlakukan aturan baru untuk masuk ke negaranya disebut bodoh dan bukan tanpa kontroversi.
Sebelumnya ada isu HAM dan homoseksualitas telah memicu kontroversi jelang Piala Dunia 2022, tapi kini berubah dengan aturan terbaru mengenai COVID 19.
Lantas apalagi aturan yang ribet lainnya yang akan diterapkan dalam Piala Dunia pertama di negara Timur Tengah ini. Berikut ini beberapa aturan terbaru jika Anda ingin menonton langsung Piala Dunia di Qatar nantinya seperti yang dirangkum oleh tim Liputan6.com.
Harus Vaksin Lengkap dan Tes Covid
Saat ini orang-orang yang ingin memasuki negara Teluk harus menjalani tes Covid bersertifikasi laboratorium sebelum tiba di Qatar. Itu terlepas dari apakah mereka divaksinasi lengkap atau tidak.
Selain itu, sebelum tiba di Qatar, penumpang masih harus mengisi sertifikat vaksin NHS. Aturan ini kabarnya diralat oleh pemerintah Qatar. Kini penonton bisa masuk ke Qatar asal sudah divaksin booster.
Pakai Aplikasi Ehteraz
Para penonton yang ada di Qatar nantinya harus mengunduh aplikasi, Ehteraz. Oleh karena itu, setiap orang harus menunjukkan aplikasi Ehteraz sebelum memasuki restoran atau toko, menurut Jackman, yang menyebut pembatasan itu sebagai hal yang konyol.