Simon Kjaer, Sang Kapten yang Jadi Tumpuan Harapan Denmark di Piala Dunia 2022

Simon Kjaer telah mengalami jatuh bangun dalam kariernya, dan ia telah menunjukkan kematangannya sebagai kapten timnas Denmark

oleh Yo KavyaDiperbarui 18 Oktober 2022, 14:20 WIB
Simon Kjaer adalah orang paling berjasa pada momen ini. Kapten Denmark ini langsung memberikan pertolongan pertama dengan cara memastikan lidah Eriksen tidak menggangu pernafasannya. Selain itu ia juga menenangkan istri Eriksen yang sangat cemas di pinggir lapangan. (Foto: AFP/Pool/Friedemann Vogel)

Liputan6.com, Jakarta- Simon Kjaer tak hanya tangguh sebagai palang pintu di depan kiper, tapi juga dalam perjalanan kariernya. Kini ia menjadi tumpuan timnas Denmark sebagai kapten untuk memimpin rekan-rekannya mencetak prestasi di Piala Dunia 2022,

Ia sosok yang tak kenal menyerah. Jauh bangun dari satu klub ke klub lain. Hingga menjadi andalan AC Milan setelah didatangkan secara permanen dari Sevilla pada September 2020 lalu. Ia telah tampil sebanyak 72 pertandingan untuk Rossonerri di segala ajang.

Simon Kjaer yang lahir di Horsens, Denmark, pada 26 Maret 1989 mulai menapakkan kaki di sepakbola profesional bersama FC Midtjylland (2007-2008). Ia kemudian menemukan jalan ke liga top Eropa dengan memperkuat Palermo (2008-2010).

Kala itu, Kjaer mampu membuktikan diri sebagai sosok krusial di lini pertahanan Rosanero. Kemudian, ia hijrah ke Liga Jerman untuk membela VfL Wolfsburg. Meski nyaris memainkan semua laga Bundesliga 2010/11, ia dinilai tampil kurang mengesankan.

Alhasil, Kjaer lalu dipinjamkan ke AS Roma dan tetap gagal bersinar. Ia lalu menemukan kembali performa terbaiknya kala membela Lille (2013-2015), Fenerbahce (2015-2017), dan Sevilla (2017-2019). Sempat membela Atalanta di 2019, ia kini menjadi salah satu bek andalan AC Milan.

Simon Kjaer memulai karier internasionalnya bersama tim junior Denmark sejak 2006. Ia tercatat pernah memperkuat Denmark U-18, U-19, U-20, dan U-21. Saat bersama tim U-19, ia pernah dianugerahi predikat Talent of the Year.


Membuktikan

Momen ketika kapten timnas Denmark, Simon Kjaer menenangkan istri Christian Eriksen. (AP)

Bek tengah dengan tinggi badan 190 cm itu pertama kali dipanggil ke skuad senior Denmark pada Februari 2009. Itu karena penampilan impresifnya kala membela Palermo. Pelatih timnas pada masa itu, Morten Olsen, menilai bahwa Kjaer bisa menjadi pengganti Martin Laursen--juga eks pemain AC Milan--yang pensiun.

Namun, segalanya tidak berjalan mudah bagi Kjaer. Pada September 2009, saat Denmark melawan Portugal, Kjaer mengatakan kepada wartawan bahwa Cristiano Ronaldo harus dihentikan dengan serangkaian pelanggaran kecil dan satu tekel keras.

Hal ini memicu Federasi Sepak Bola Portugal mengadu ke FIFA, meminta Kjaer diskors karena perilaku tak sportif. Namun, kasus itu dibatalkan usai mediasi Asosiasi Sepakbola Denmark.

Lanjut Baca:

Setelah kasus tersebut, Kjaer mampu perlahan membuktikan bahwa dirinya layak untuk Denmark. Dalam laga Denmark vs Kamerun di Piala Dunia 2010, ia melepas umpan panjang menawan yang membantu Nicklas Bendtner mencetak gol.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya