Presiden Mencanangkan Hari Musik Nasional

Presiden Megawati Sukarnoputri meminta insan musik Indonesia memberantas pembajakan hak cipta. Tanggal kelahiran komposer W.R. Soepratman ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Maret 2003, 20:18 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Terkabul sudah keinginan insan musik Indonesia memiliki hari spesial. Bertempat di Aula Istana Negara, Jakarta Pusat, Presiden Sukarnoputri mencanangkan 9 Maret sebagai Hari Musik Indonesia, Senin (9/3). Dalam acara yang dihadiri lebih dari 300 orang ini, Presiden sempat berduet dengan Titik Puspa menyanyikan sebuah tembang. Dalam pesannya, Megawati mengajak masyarakat bergandengan tangan memberantas pembajakan hak cipta dengan jalan menyebarluaskan pemahaman tentang hak moral dan hak ekonomi kepada para pemusik.

Hadir dalam hajatan ini sejumlah menteri di antaranya Menteri Pariwisata dan Kebudayaan I Gde Ardhika, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla, Menteri Perhubungan Agum Gumelar, dan Menko Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono, serta pihak yang mewakili Kepala Polri. Selain itu, tampak pula sejumlah artis seperti Mang Udel, Ahmad Dhani, Slank, Vina Panduwinata, Titi D.J., Mayangsari, Reza, AB Three, Iis Dahlia, A. Rafiq dan Andy/rif. Beberapa tokoh musik seperti Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia Dharma Oratmangun, H. Mutahar, dan A.T. Mahmud juga datang.

Penetapan Hari Musik Indonesia bertepatan dengan tanggal kelahiran Wage Rudolf Soepratman yang menciptakan lagu kebangsaan "Indonesia Raya". Menurut Dharma, dipilihnya tanggal tersebut sebagai bentuk penghormatan insan musik pada komposer musik nasional tersebut. Untuk menghargai jasa W.R. Soepratman, PAPPRI akan menyerahkan Anugerah Karya Bakti PAPPRI kepada Budi, cucu sekaligus wakil ahli waris W.R. Soepratman.

Pada 18 Maret nanti, akan diadakan pula ziarah ke makam W.R. Soepratman di Surabaya, Jawa Timur. Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra akan menjadi inspektur upacara dalam ziarah tersebut. Di kota yang sama bakal digelar juga diskusi tentang Undang-undang Hak Cipta dengan Yusril sebagai pembicara utama.(MTA/Miko Toro dan Dwi Guntoro)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya