Liputan6.com, Binjai: Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengaktifkan kembali Batalyon Lintas Udara 100 Prajurit Setia Binjai, Sumatra Utara, Sabtu (8/3). Ryamizard juga sekaligus mengganti kesatuan itu menjadi Yonif 100 Kodam I Bukit Barisan.
Dalam kesempatan itu Pangdam Bukit Barisan Mayor Jenderal Tri Tamtomo menyerahkan lambang kesatuan kepada KSAD dan selanjutnya diserahkan kepada Komandan Yonif 100 Letnan Kolonel Infanteri Irmansyah. Dalam amanatnya, Ryamizard menyatakan, pengaktifan Linud 100 dilakukan karena kebutuhan personel terlatih sangat mendesak.
Linud 100 Prajurit Setia sebelumnya adalah satuan pemukul Kodam I Bukit Barisan. Batalyon TNI ini pada 30 September 2002 lalu terlibat penyerangan ke Markas Brimob Polda Sumut di Binjai. Dalam penyerangan tersebut, 100 orang tewas. Dalam kasus itu, 20 anggota Linud 100 sudah diajukan ke Mahkamah Militer dan 19 di antaranya sudah divonis [baca: Kasus Binjai Mulai Disidangkan].(YYT/Panogari Pangabean)
Dalam kesempatan itu Pangdam Bukit Barisan Mayor Jenderal Tri Tamtomo menyerahkan lambang kesatuan kepada KSAD dan selanjutnya diserahkan kepada Komandan Yonif 100 Letnan Kolonel Infanteri Irmansyah. Dalam amanatnya, Ryamizard menyatakan, pengaktifan Linud 100 dilakukan karena kebutuhan personel terlatih sangat mendesak.
Linud 100 Prajurit Setia sebelumnya adalah satuan pemukul Kodam I Bukit Barisan. Batalyon TNI ini pada 30 September 2002 lalu terlibat penyerangan ke Markas Brimob Polda Sumut di Binjai. Dalam penyerangan tersebut, 100 orang tewas. Dalam kasus itu, 20 anggota Linud 100 sudah diajukan ke Mahkamah Militer dan 19 di antaranya sudah divonis [baca: Kasus Binjai Mulai Disidangkan].(YYT/Panogari Pangabean)