Liputan6.com, Jakarta Rangkaian acara Jogja Biker Rendezvous 2022 telah digelar pada 18 September 2022 lalu di dua lokasi di kota Yogyakarta, Jogja Expo Center dan Pantai Depok Bantul. Di antara 1500 bikers dari seluruh Indonesia yang hadir di acara tersebut, ada satu sosok yang menarik perhatian pengunjung.
Sosok tersebut adalah Ahmad Faisal Reza atau yang lebih akrab disapa Aa Reza, seorang ustaz yang juga pengendara (biker) Harley Davidson. Aa Reza cukup menarik perhatian di acara tersebut lantaran berpenampilan dengan celana berbahan jeans, rompi, dan kacamata hitam layaknya biker Harley Davidson pada umumnya.
Advertisement
Namun Aa Reza kala itu melengkapi penampilannya dengan sorban di kepala. Hal inilah yang kemudian menjadi ciri khas tersendiri dari seorang Aa Reza, pemilik julukan 'ustaz biker'. Tak sekadar datang, Aa Reza pun ikut menjadi bagian dari salah satu sesi di acara ini.
Aa Reza didapuk sebagai pemimpin doa yang membuka acara pamungkas perhelatan akbar yang juga merupakan peringatan ke-100 tahun Harley Davidson tersebut. Dalam pengantar doanya, Aa Reza menyampaikan harapannya terkait Harley Davidson Club Indonesia (HDCI).
Contoh Komunitas Terbaik
Aa Reza mendoakan agar semua acara yang diadakan komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) dapat menebarkan banyak kebaikan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi lingkungan sekitar, serta HDCI dapat menjadi contoh komunitas terbaik bagi komunitas bikers lainnya.
Selain itu, Aa Reza juga mendoakan agar HDCI yang saat ini berada di bawah kepengurusan Ketua Umum Irjen Polisi Teddy Minahasa semakin jaya dan semakin baik. Acara ini dihadiri Wakil Gubernur DI Yogyakarta Paku Alam X, ribuan bikers, serta masyarakat umum yang antusias.
Aa Reza juga mengimbau agar bikers dapat lebih menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi lingkungan dan membawa lebih banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Hal ini diperlukan agar kehadiran bikers tidak hanya diterima oleh masyarakat tapi juga justru diharapkan.
Seperti diketahui banyak orang, kesan yang melekat pada bikers tidak selalu positif, misalnya arogan atau ugal-ugalan. Terlebih dengan penampilan khas bikers yang seringkali mudah menimbulkan salah persepsi di masyarakat awam.