Bukti Baru Bisa Coret Ekuador Dari Piala Dunia 2022

Bukti baru yang diterbitkan Sportmail, seperti dimuat Dailymail, bisa membuat Ekuador terpendal dari Piala Dunia 2022. Menarik untuk diketahui siapa penggantinya, Chili atau Italia.

oleh Yo KavyaDiterbitkan 13 September 2022, 20:00 WIB
Suporter Ekuador mengibarkan bendera Ekuador saat timnya melawan Brasil pada partai pembuka Copa Amerika 2016 di Stadion Rose Bowl, Pasadena, California, Amerika Serikat, (5/6/2016) WIB. (AFP/Frederic J. Brown)

Liputan6.com, Jakarta Skandal pemalsuan paspor pemain Ekuador, Byron David Castillo akan mengguncang dunia sepakbola. Tak hanya berpotensi membuat Ekuador dicoret dari Piala Dunia 2022, FIFA juga akan menanggung malu atas kasus ini.

Ekuador lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar setelah menempati posisi keempat klasemen akhir babak kualifikasi zona CONMEBOL. Lolosnya Ekuador ini diikuti dengan diangkatnya kasus pemalsuan paspor Castillo oleh Chile.

Keraguan atas identitas Castillo pertama kali muncul pada tahun 2015 ketika usulan transfernya antara dua klub Ekuador, Norteamerica dan Club Emelec runtuh karena 'penyimpangan' dalam dokumentasinya.

Chile meyakini Ekuador harus kehilangan poin-poin di delapan laga yang sudah dijalani Castillo, plus memberi lawan-lawan Ekuador tiga poin.

Gugatan Chile itu ditolak oleh FIFA, dan memastikan Ekuador akan tetap memiliki hak untuk bermain di putaran final Piala Dunia 2022 pada akhir tahun nanti di Qatar.

"Setelah menganalisis bukti-bukti dari semua pihak terkait dan mempertimbangkan semua elemen yang diajukan sebelumnya, Komite Disiplin FIFA memutuskan untuk menutup proses gugatan yang dimulai terhadap FEF (Ssosiasi Sepakbola Ekuador)," demikian pernyataan resmi FIFA yang dilansir Reuters, 10 Juni 2022.

Asosiasi Sepak Bola Chili (FFCh) telah mengajukan banding pada 1 Juli lalu. Banding itu direspons oleh FIFA dan keterangan dari Castillo akan didengarkan pada 15 September 2022.

“Kami telah memberikan sejumlah besar bukti kepada FIFA yang membuktikan bahwa pemain itu lahir di Kolombia, dan akta kelahirannya di Ekuador palsu," kata FFCh, melalui pengacaranya Eduardo Carlezzo, dikutip dari The Athletic.


Tuduhan

Timnas Ekuador saat merayakan gol Michael Estrada ke gawang timnas Peru pada babak kualifikasi Piala Dunia 2022, Selasa (2/2/2022). (AFP/Ernesto Benavides)

Sportsmail baru-baru ini mendapatkan bukti baru lewat pengakuan mengejutkan dari sang pemain, bahwa ia memang menggunakan paspor palsu. Bukti itu terungkap dalam penyelidikan resmi yang ditutup-tutupi oleh Federasi Sepakbola Ekuador FEF).

Sebuah kisah yang luar biasa, tulis Dailymail 12 September 2022, yang terungkap beberapa hari sebelum Komisi Banding FIFA memutuskan kasus itu. Hal itu dapat mengubah siapa nantinya lawan Qatar di laga pembukaan Piala Dunia 2022.

Lanjut Baca:

Ekuador bergabung di Grup A bersama tuan rumah Qatar, Belanda dan Senegal. Dalam jadwal, partai Qatar vs Ekuador akan jadi laga pembuka pada 20 November 2022. Kasus yang diajukan Chili berpusat pada tuduhan bahwa Castillo lahir di Tumaco, Kolombia, pada tahun 25 Juli 1995, sedangkan paspornya menyatakan bahwa ia lahir pada 10 November 1998 di General Villamil, Ekuador. Ada dua akta kelahiran yang mencantumkan nama yang sedikit berbeda terkait dengan pemain yang juga diterbitkan oleh Sportsmail hari ini – satu dari Kolombia (Bayron Javier Castillo Segura) dan satu lagi dari Ekuador (Byron David Castillo Segura.)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya