Bukan Graham Potter, Chelsea Harusnya Datangkan Sosok Ini Sebagai Pengganti Thomas Tuchel

Legenda Manchester United (MU) Paul McGrath menyebut Chelsea salah besar lantaran menunjuk Graham Potter sebagai pengganti Thomas Tuchel di Stamford Bridge. Eks pemain berusia 62 tahun itu menilai The Blues seharusnya mendatangkan Zinedine Zidane atau Mauricio Pochettino ke Stamford Bridge

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 13 September 2022, 14:14 WIB
Graham Potter setuju menjadi manajer Chelsea untuk menggantikan Thomas Tuchel yang dipecat. The Blues harus membayar hingga 20 juta pound atau sekitar Rp 344 miliar sebagai kompensasi mendatangkan Graham Potter dari Brighton & Have Albion. (Oli SCARFF / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Legenda Manchester United (MU) Paul McGrath menyebut keputusan Chelsea menunjuk Graham Potter sebagai pengganti Thomas Tuchel salah besar.

Eks pemain berusia 62 tahun itu menganggap The Blues seharusnya mendatangkan Zinedine Zidane atau Mauricio Pochettino ke Stamford Bridge.

Seperti diketahui, Tuchel baru saja kehilangan pekerjaannya di Chelsea pada Rabu (7/9/2022). Manajer asal Jerman didepak dari kursi kepelatihan menyusul hasil buruk yang diraih timnya di awal musim ini.

Chelsea hanya mampu bertengger di peringkat enam klasemen sementara Liga Inggris. Cesar Azpilicueta dan kawan-kawan juga takluk 0–1 dari Dinamo Zagreb dalam matchday perdana Grup E Liga Champions 2022/2023 yang berlangsung pada Selasa (6/9/2022).

Mantan juru taktik Real Madrid Zinedine Zidane sempat dikaitkan dengan jabatan pelatih Chelsea usai Thomas Tuchel lengser.

Mauricio Pochettino yang sukses mengantar PSG meraih gelar juara Ligue 1 musim lalu pun digadang-gadang cocok menggantikan posisi eks pelatih Borussia Dortmund di Stamford Bridge.

Akan tetapi, Chelsea secara mengejutkan justru mengangkat Potter sebagai suksesor. Manajer asal Inggris diboyong melalui kontrak berdurasi lima tahun dan kompensasi senilai 20 juta poundsterling (Rp347 miliar) yang dibayarkan ke Brighton.

The Sun mengeklaim Potter kini mendapat gaji 10 juta poundsterling, atau setara dengan kurang lebih Rp173 miliar, di London Barat. Angka itu jauh melampui upah Tuchel yang dilaporkan hanya mencapai 8 juta poundsterling per tahun.

Pilihan Chelsea mendatangkan Graham Potter dianggap keliru oleh McGrath. Sosok yang pernah membela Aston Villa itu menilai The Blues idealnya mendatangkan pelatih terbaik sekelas Zidane atau Pochettino.


Komentar McGrath

Pergantian pelatih kepala Paris Saint-Germain di musim panas ini ternyata jadi kenyataan. PSG telah mengumumkan bahwa pihaknya berpisah dengan Mauricio Pochettino. (AFP/Franck Fife)

Sekadar informasi, Zidane dan Pochettino saat ini sedang menganggur. Status mereka sebagai agen bebas harusnya membuat Chelsea tak perlu merogoh kocek untuk membayar kompensasi. Namun, sang raksasa Liga Inggris lebih memilih membajak Potter dari Brighton. Hal itu dicap tidak masuk akal oleh McGrath.

“Ketika Anda adalah Chelsea dan Anda membutuhkan seorang manajer, sebagai klub yang menjadi kampiun Eropa (Liga Champions) tahun lalu dan juara Piala Dunia Antarklub, Anda harusnya mendapatkan yang terbaik,” tulis McGrath dalam Sunday World.

Lanjut Baca:

“Saat ini, manajer terbaik yang tersedia adalah Zinedine Zidane atau Mauricio Pochettino. Alih-alih mengejar mereka yang berstatus sebagai free agent, Chelsea justru membayar total 22 juta poundsterling untuk memutus kontrak Potter dan staf pelatihnya di Brighton. Itu tidak masuk akal buat saya,” sambungnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya