Buka Rakernas KONI 2022, Menpora Soroti Peningkatan Kualitas PON

Berbicara soal PON, Menpora juga meminta provinsi-provinsi tidak lagi mengejar target instan terutama tuan rumah dengan membeli atlet agar bisa menjadi juara umum.

oleh ThomasDiperbarui 12 September 2022, 15:23 WIB
Rakernas KONI 2022

Liputan6.com, Jakarta- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun 2022 digelar di Golden Ballroom Hotel Sultan Jakarta pada 12 dan 13 September 2022. Pembukaan Rakernas dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali pada Senin (12/9/2022).

Pada sambutannya di Rakernas KONI 2022, Menpora menyoroti soal pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 di Aceh-Sumatera Utara (Sumut). Pasalnya PON 2024 merupakan sejarah baru dimana untuk pertama kalinya pelaksanaan dilakukan di dua provinsi.

Menpora berharap ada peningkatan pelaksanaan PON baik dari sesi prestasi maupun pelayanan tuan rumah. “Saya berharap ada peningkatan dari sisi prestasi maupun pelayanan tuan rumah. Kesiapan tuan rumah menjadi penting. Saya menghimbau untuk memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada. Apa yang tersedia saya minta maksimalkan,” kata Menpora.

Berbicara soal PON, Menpora juga meminta provinsi-provinsi tidak lagi mengejar target instan terutama tuan rumah dengan membeli atlet agar bisa menjadi juara umum.

“Ada kecenderungan pada PON-PON sebelumnya, terutama dari tuan rumah ingin berambisi menang dan meraih medali sebanyak-banyaknya. Kalau dihasilkan dari pembinaan, tidak ada masalah. Tapi kalau dihasilkan dengan mengambil atlet yang sudah dibina oleh daerah lain dan untuk kepentingan jangka pendek, itu tidak fair dan tidak sehat untuk pembinaan kita,” jelas Menpora.

"Kalau kita mau banyak medalinya ya membina. Saya pesan jauh hari kepada ketua KONI untuk memperketat itu. Atlet yang dibina berapa ya itu yang ditampilkan tidak perlu berambisi harus juara. Pembinaan daerah akan berdampak pada nasional."


DBON

Rakernas KONI 2022

Peningkatan kualitas PON ini sejalan dengan target besar Indonesia yang tertuang dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Indonesia ditargetkan meraih prestasi internasional di ajang seperti Olimpiade.

“Kita kan sudah punya target besar, prestasi tingkat global. Maka pembinaan sangat mutlak, tidak bisa kita mendapatkan prestasi kalau tidak dibina,” tutur Menpora.

Sentilan Menpora soal prestasi instan yang sering dibidik daerah saat PON ini diharapkan dapat didenger mengingat dalam Rakernas KONI ini dihadiri 34 KONI Provinsi, 70 organisasi Induk Cabang Olahraga (Cabor), 6 organisasi fungsional hingga para Kadispora 34 provinsi.

Lanjut Baca:

Sementara itu Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman juga meminta KONI Provinsi lebih fokus melakukan pembinaan ketimbang membajak atlet demi prestasi instan. “Sesuai anjuran Pak Menteri, kita berupaya meningkatkan kualitas pembinaan dan menekan mutasi atlet. Mari kita lihat hasil pembinaan KONI-KONI provinsi. Jangan tiap daerah secara instan mengambil atlet dari mereka yang membina dengan kerja keras hanya untuk sekedar menambah medalinya apalagi untuk menjadi juara umum,” jelas Marciano. “Jadi dengan tema ‘Bersatu Menuju Prestasi Global’ yang merupakan penjabaran dari ‘Bersama Cetak Juara’ dan itu implementasi DBON sebagai kebijakan pemerintah, kita ajak semua mencetak juara itu dari bawah. Kita tidak akan pernah maju, peringkat Indonesia di Olimpiade tidak akan pernah bisa memenuhi harapan DBON. Bina atlet itu sesuai dengan keunggulan yang ada di daerah masing-masing,” lanjut Marciano.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya