Israel Larang Suporter Palestina Nonton Piala Dunia 2022?

Pihak Qatar bergerak cepat melakukan negosiasi bagi warga Palestina yang ingin menyaksikan Piala Dunia 2022.

oleh Anry DhanniaryDiterbitkan 13 September 2022, 10:00 WIB
Warga Palestina menyaksikan pemuda bermain sepak bola di kamp pengungsi sebelum berbuka puasa selama bulan suci Ramadhan di Rafah, selatan Jalur Gaza (11/4/2022). Sepanjang bulan, umat Islam yang taat harus berpantang dari makanan dan minuman dari fajar hingga matahari terbenam. (AFP/Said Khatib)

Liputan6.com, Jakarta Problematika antara Israel dengan Palestina ternyata terus terjadi. Termasuk dalam urusan menonton Piala Dunia 2022 yang akan digelar di akhir tahun nanti.

Dalam laporan terakhir media lokal Israel, menyebut kalau pemerintah Qatar saat ini sedang gencar mendorong Israel untuk mengizinkan suporter asal Palestina agar bisa hadiri Piala Dunia tanpa hambatan.

Menurut sumber laporan tersebut, Piala Dunia Qatar akan digelar tanpa isu politik dan dibuka sepenuhnya "baik untuk warga Israel maupun Palestina".

Pemerintah Qatar disebut siap melakukan mediasi antara kubu Tel Aviv dan petinggi Palestina untuk menghindari terulangnya permasalahan saat rezim Zionis itu melarang Timnas Palestina untuk berkompetisi di kualifikasi Piala Asia.

Hingga saat ini belum jelas berapa banyak warga Palestina yang akan datang ke Piala Dunia Qatar. Namun, diplomat Israel mengumumkan pada Juni lalu tidak ada penerbangan langsung antara Doha dan Tel Aviv selama Piala Dunia berlangsung.

Hingga saat ini belum ada komentar resmi dari pemerintah Qatar terkait isu ini.

Qatar dan Israel sendiri tidak memiliki hubungan diplomatik. Karena negara kaya di Timur Tengah itu adalah pendukung kemerdekaan Palestina.

Bahkan klaim kalau Israel akan membangun kantor sementara untuk memudahkan perjalanan warganya ke Qatar telah dibantah.

Diprediksi 10.000 warga Israel akan melakukan perjalanan "langka" ke Qatar menggunakan visa sementara hanya untuk menjadi penonton Piala Dunia 2022 nanti.


Olahraga Palestina Tak Boleh Berkembang

Mereka tampak serius dalam menyimak arahan yang diberikan pelatih. (AFP/Hazem Bader)

Konflik antara Israel dan Palestina memang tak hanya terkait politik dan wilayah saja. Bahkan menyebar hingga ke bidang olahraga.

Yang paling sering terjadi, atlet-atlet Palestina kerap mendapatkan larangan dari Israel untuk berpartisipasi di kompetisi internasional.

Pesepakbola Palestina juga sering kali kesulitan menemukan tempat bermain karena pihak Israel sering merusak fasilitas-fasilitas bermain, meski berada di dalam kawasan Palestina.

Pada 2019, Israel secara sengaja membuat turnamen Piala Palestina dibatalkan dengan cara menolak izin keluar para pemain dari Gaza.

Hal ini langsung menjadi sorotan kelompok HAM dan dinilai sebagai salah satu pelanggaran berat hak asasi manusia. Menjadi bukti kalau warga Palestina benar-benar ingin diisolasi baik di dalam ataupun di luar negeri.

Lanjut Baca:

Sikap represif Israel terhadap Palestina memang sangat terlihat, terbukti dengan setidaknya 140 titik pemeriksaan di sekitar kawasan Tepi Barat. Palestina dan aktivis dari berbagai belahan dunia telah menuduh FIFA tidak menggubris surat permintaan untuk memberi sanksi pada Asosiasi Sepakbola Israel. Meski begitu, prestasi sepakbola Palestina terbilang cukup baik. Saat ini mereka menduduki posisi 97 peringkat FIFA.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya