Kekurangan Vitamin D Bikin Badan Gemuk

Obesitas bukan hanya disebabkan oleh kalori maupun lemak saja. Tapi juga menurut penelitian terbaru, menjadi gemuk justru disebaban oleh kekurangan vitamin D

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Februari 2013, 08:11 WIB
Obesitas bukan hanya disebabkan oleh kalori maupun lemak saja. Tapi juga menurut penelitian terbaru, menjadi gemuk justru disebaban oleh kekurangan vitamin D karena Nutrisi yang membantu tubuh dalam menyerap kalsium untuk kesehatan tulang tidak maksimal.

Menurut para peneliti, untuk setiap kenaikan 10% pada indeks massa tubuh (BMI), seseorang cenderung mengalami penurunan 4,2%  kadar vitamin D. BMI adalah ukuran lemak tubuh yang didasarkan pada tinggi dan berat badan.

Menurut sebuah studi tahun 2009 sebanyak tiga perempat orang Amerika kekurangan vitamin D, yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Archives of Internal Medicine. Dan 35,7% mengalami obesitas, seperti tercatat di laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Dalam epidemiologi Amerika dan Eropa, lebih dari 42.000 orang yang dikumpulkan dalam 21 penelitian. Para peneliti menemukan kalau orang dengan kecenderungan genetik untuk menjadi gemuk rata-rata memiliki gen yang terkait rendahnya konsumsi vitamin D.

Namun, memiliki gen yang terkait dengan rendahnya tingkat pembentukan vitamin D dan metabolisme tidak selalu membuat seseorang ditakdirkan untuk menjadi gemuk.

Para peneliti melakukan pengamatan dengan menggunakan data dari 46 studi yang melibatkan hampir 124.000 orang.

"Seseorang yang memiliki masalah obesitas perlu berhati-hati karena mungkin  mereka kekurangan vitamin D," kata penulis studi Elina Hypponen.

"Jika Anda mengurangi lemak tubuh Anda, maka Anda harus meningkatkan konsumsi vitamin D," katanya

Studi juga menemukan hubungan antara vitamin D dan obesitas dalam satu arah. Obesitas mempengaruhi kadar vitamin D, tapi vitamin D tidak berpengaruh pada obesitas. Tapi tidak semua orang setuju dengan temuan kedua.

"Hasil penelitian kedua tidak menjawab kalau vitamin D tidak dapat membantu dalam penurunan berat badan. Hal ini mungkin memiliki efek sederhana, tetapi jika Anda sedang mencari cara untuk menurunkan berat badan yang banyak, vitamin D bukanlah jawaban," kata Brant Cebulla, director at the Vitamin D Council

Penelitian sebelumnya telah meneliti kadar vitamin D dengan mengambil suplemen vitamin D yang bisa membantu orang menurunkan berat badan dengan meningkatkan metabolisme sel-sel lemak atau mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Dalam uji klinis, orang-orang secara acak mengambil vitamin D dan membandingkan dengan plasebo untuk menunjukkan penurunan berat badan.

National Academy of Sciences The Institute of Medicine, merekomendasikan orang usia 1 sampai 70 tahun untuk mendapatkan 600 International Unit (IU) vitamin D dalam sehari dan orang-orang yang berusia 70 tahuan dan lebih tua mendapatkan 800 IU sehari.

Di seluruh dunia, para ahli telah mencatat kalau orang yang tidak mendapatkan cukup vitamin D,  termasuk mendapatkan sinar matahari yang merupakan sumber utama 'vitamin D.

Kekhawatiran tentang kanker kulit telah mendorong banyak orang untuk mengoleskan sunblock untuk menghindari matahari, membatasi jumlah sinar matahari.

Sumber vitamin D juga cukup banyak pada makanan seperti salmon, tuna dan mackerel, dan susu, seperti dilansir Foxnews, Jumat (8/2/2013)

"Untuk mendapatkan cukup vitamin D, Anda juga perlu mendapatkan sinar matahari atau mungkin Anda perlu menambah suplemen."kata Cebulla.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine.(Fit/Mel)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya