Liputan6.com, Jakarta - Bulu tangkis adalah cabang olahraga populer di Indonesia. Masyarakat Indonesia, baik muda ataupun tua, umumnya bisa bermain tepok bulu.
Mungkin saat duduk di bangku sekolah, kamu pernah diajarkan guru olahragamu bagaimana cara bermain bulu tangkis.
Advertisement
Biasanya, tanpa disadari, kita kerap kali melakukan pukulan keras yang area lawan. Namun, apakah kamu tahu bahwa pukulan bulu tangkis itu biasa disebut sebagai smash?
Dilansir melalui pbdjarum, smash merupakan pukulan overhead yang diarahkan ke daerah lawan secara menukik dan dilakukan dengan kekuatan penuh. Pukulan ini identik sebagai pukulan menyerang, karena memiliki tujuan untuk mematikan lawan.
Laju bola dari pukulan smash adalah keras dan menukik. Smash dalam permainan bulu tangkis dilakukan dengan pukulan panjang.
Teknik smash ini digunakan untuk mengecoh lawan main, karena kok secara cepat akan jatuh dengan kecepatan tinggi. Teknik ini juga membuka peluang bagimu untuk mencetak poin, karena lawan sulit membalas pukulan yang telah kamu lontarkan.
Melansir pbdjarum, berikut adalah cara melakukan smash:
- Perhatikan posisi footwork pada saat akan melakukan pukulan smash.
- Rilekskan bagian tangan dan tubuh
- Mulailah dengan lengan yang tidak memegang raket menunjuk ke arah shuttlecock sementara lengan yang memegang raket di angkat, dengan siku ditekuk dan pergelangan tangan tegak sehingga raket berada di atas dan menunjuk keatas
- Putar bahu pada tangan yang memegang raket ke arah depan dan ke bawah
- Usahakan sebisa mungkin (jika tidak melakukan smash lompat) pada saat bahu berputar, secara bersamaan ayunkan kaki yang searah dengan raket.
- Sementara lengan bawah diayun ke depan, tekuklah pergelangan tangan.
- Shuttlecock yang mengenai raket harus berada di bagian tengah dengan permukaan raket yang rata. Titik tumpuan harus sedikit di depan.
Servis Forehand
Setelah mengetahui cara melakukan smash pada permainan bulu tangkis, pemain perlu mengetahui apa itu servis forehand. Servis ini memiliki dua jenis, yaitu rendah dan tinggi.
Keduanya merupakan teknik yang sama, akan tetapi tetap memiliki perbedaan yang cukup signifikan.