Polisi Siapkan Personel Amankan Demo Buruh

Jelang aksi unjuk rasa tolak kenaikan Bahan Bakar Minya (BBM) yang akan dilakukan oleh seluruh elemen buruh di kawasan Jabodetabek, Kepolisian telah mengerahkan personel guna melakukan pengamanan.

oleh Liputan6.comDiperbarui 06 September 2022, 07:28 WIB
Polisi mengamankan aksi ratusan buruh dari FSMPI dan Perwakilan Daerah KSPI terlibat saling dorong dengan polisi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/11/2021) (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Jelang aksi unjuk rasa tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan dilakukan oleh seluruh elemen buruh di kawasan Jabodetabek, Kepolisian telah mengerahkan personel guna melakukan pengamanan.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Wilayah Jakarta Pusat, Kompol Purwanta mengatakan nantinya akan ada 10 titik yang akan menjadi perhatian pihaknya.

"Untuk diketahui juga hari ini di Wilkum (Wilayah Hukum) Jakpus secara keseluruhan ada 22 elemen yang turun di 10 titik," ungkap Purwanta dalam konfirmasinya, Senin (5/9).

Kata Purwanta, dari 22 elemen masyarakat hanya 13 elemen yang aksi unjuk rasa perihal BBM. "Sebanyak 9 elemen lainnya itu tidak terkait kenaikan BBM," ujarnya.

Purwanta menerangkan, rekayasa arus lalu lintas telah disiapkan di sekitar titik lokasi demo. Namun pemberlakuan rekayasa lalu lintas bersifat situasional tergantung dari jumlah massa dan ruas jalan yang akan dipakai pengunjuk rasa menyampaikan aspirasinya.

"Pokoknya lihat situasi di lapangan waja ya, intinya tentatif dan pengendalian lebih soft aja," ujar dia.

Purwanta mengatakan, informasi mengenai penutupan maupun rekayasa lalu lintas akan disampaikan lebih lanjut. Saat ini, situasi masih terpantau kondusif.

"Perkembangan nanti saling nyusul aja nanti kalau ada perkembangan," ujar dia.

Unjuk Rasa

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh mengatakan, Said Aqil memastikan pihaknya akan menggeruduk gedung MPRD/DPR RI pada siang ini Selasa (6/9) pukul 10.00 WIB. Adapun aksi tersebut akan dilakukan serempak di 34 Provinsi.

"Aksi ini diorganisir Partai Buruh dan organisasi serikat buruh, petani, nelayan, guru honorer, PRT, buruh migran, miskin kota, dan organisasi perempuan di 34 provinsi. Aksi serentak akan dilakukan di kantor gubernur," ujar Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/9).

Said Aqil mengklaim, pihaknya akan membawa ribuan orang dari berbagai elemen buruh yang tersebar di kawasan Jabodetabek. Pihaknya juga mendesak kepada pihak pemerintah untuk membatalkan kenaikan BBM tersebut.

"Untuk Jabodetabek, aksi akan diikuti 3.000-5.000 orang yang dipusatkan di DPR RI. Aksi ini untuk menuntut pembentukan panja atau Pansus BBM agar harga BBM diturunkan," tandas Ketua Partai Buruh.

"Tujuannya adalah meminta gubernur membuat surat rekomendasi kepada Presiden dan Pimpinan DPR RI agar membatalkan kenaikan harga BBM," lanjutnya.

3 Tuntutan

Adapun terdapat tiga tuntutan yang akan disampaikan yaitu tolak kenaikan harga BBM, Tolak omnibus law UU Cipta Kerja dan naikkan UMK 2023 sebesar 10%-13%.

Sumber: Rahmat Baihaqi/Merdeka.com

Infografis Harga BBM Naik per 3 September 2022 (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya