Liputan6.com, Manchester - Cody Gakpo dalam performa bagus untuk PSV Eindhoven pada awal musim 2022-23. Pemain berusia 23 tahun itu telah mencetak tiga gol dan mencatatkan empat assist dalam enam penampilan.
Pemain timnas Belanda itu juga menjadi bintang PSV musim lalu. Gakpo mengemas 21 dan membuat 15 assist dalam 47 pertandingan di semua kompetisi.
Advertisement
Sementara itu, Manchester United sedang mengerjakan kesepakatan untuk penyerang Ajax Antony. Tapi, dapat dipahami jika Setan Merah juga tertarik untuk membawa Gakpo ke Old Trafford sebelum bursa transfer musim panas ditutup.
Menurut jurnalis Rik Elfrink, MU sudah mencapai kesepakatan dengan Gakpo dan agennya terkait persyaratan pribadi. Namun, dia juga mengklaim bahwa Man United belum membuat penawaran untuk striker PSV itu.
Man Utd sadar tidak mudah mendapatkan tanda tangan Gakpo. Dibutuhkan sekitar 42 juta pound atau Rp 737 miliar untuk mengontraknya.
Elfrink menambahkan kesepakatan bisa berjalan cepat jika juara Liga Inggris 20 kali itu siap mengajukan tawaran. Tapi, tak ada pergerakan apa pun setelah leg kedua playoff Liga Champions PSV melawan Rangers, Rabu (17/8) lalu.
* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Komentar Cody Gakpo
Seperti diberitakan sebelumnya, PSV Eindhoven sudah memberi tahu Cody Gakpo bahwa tak ada tawaran yang akan diterima untuknya sebelum pertandingan kualifikasi Liga Champions melawan Rangers selesai.
PSV menahan imbang Rangers 2-2 pada leg pertama, Rabu (17/8/2022). Leg kedua akan dimainkan di markas PSV pada 25 Agustus itu.
Setelah itu, PSV kemungkinan terbuka menerima tawaran yang masuk untuk Gakpo. "Kami harus fokus dulu dan mencoba mencapai Liga Champions," kata Gakpo kepada ESPN, baru-baru ini.
"Maka kemungkinan besar saya akan bertahan. Saya tidak berpikir saya telah mengatakan di mana pun bahwa saya akan pergi, jadi pasti ada kemungkinan saya akan bertahan."
"Saya terbuka untuk secangkir kopi dengan manajemen - atau kopi untuk mereka dan air untuk saya. Kita lihat saja bagaimana kelanjutannya," imbuh pemain timnas Belanda itu.