Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia mengantisipasi perubahan desain Red Bull Ring dengan hadirnya chicane baru pada MotoGP Austria 2022. Ramalan cuaca yang memprediksi turunnya hujan juga berpotensi menyulitkannya.
"Secara historis Austria ideal bagi Ducati. Saya harus melihat seperti apa dengan chicane baru. Tapi saya yakin kondisi mendukung agar saya mencatat prestasi. Saya siap dan tidak sabar balapan di Red Bull Ring," katanya.
Advertisement
Bagnaia sukses memangkas hampir setengah defisit dari pimpinan klasemen Fabio Quartararo setelah memenangkan dua seri terakhir membantu. Namun, sosok asal Italia itu tidak mau memikirkan kans menjadi juara dunia MotoGP 2022.
"Saya meraih kemenangan tak terduga di Silverstone sehingga terus memangkas defisit. Tapi saat ini saya tidak mau memikirkan gelar juara dunia," kata Bagnaia dikutip Crash.
"Saya harus fokus dan hanya memikirkan lomba di depan mata, untuk mencoba meraih hasil sebaik mungkin,"
Bagnaia tertinggal 91 angka di belakang Quartararo sebelum balapan di Assen. Namun, kemenangan di Belanda dan Inggris membuatnya kini hanya berjarak 49 poin dari pembalap Monster Energy Yamaha tersebut. Torehan ini membuatnya mengoleksi empat titel pada MotoGP musim ini, terbanyak di antara rider lain.
Bagnaia pun difavoritkan bisa menjaga performa saat MotoGP Austria 2022 berlangsung akhir pekan ini. Apalagi kinerja Ducati di Red Bull Ring sangat baik.
Sejak MotoGP kembali ke Austria pada 2016, Ducati sukses memenangkan lima dari tujuh balapan di sana. Sementara titel yang lepas jadi milik pabrikan tuan rumah KTM yakni Miguel Oliveira (MotoGP Styria 2020) dan Brad Binder (MotoGP Austria 2021).
* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Komentar Marquez
Juara dunia delapan kali Marc Marquez menyebut posisi Bagnaia saat ini sangat baik pada persaingan juara MotoGP 2022. Sebab, Ducati memiliki rekor baik di dua lomba selanjutnya yakni Austria dan San Marino.
"Tentu Pecco (Bagnaia) bakal jadi salah satu kandidat juara dunia," kata pembalap Repsol Honda itu dilansir situs resmi MotoGP.