Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 800 peserta yang terbagi dalam 55 tim ikut meramaikan Jakarta Dragon Boat Festival (JDBF) ke-4, di Ancol Beach City, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (13/8/2022). Kejuaraan yang digelar Klub Dayung Bahtera dan Jakarta Paddle Club (JPC) ini berhadiah total sebesar Rp135 juta.
Lomba dayung Perahu Naga ini berlangsung di bawah naungan PODSI DKI Jakarta. Masing-masing peserta dibagi ke dalam lima kategori yakni, kategori umum, kategori putra, kategori putri, kategori campuran, dan undangan pelajar, dan menempuh lintasan lomba sepanjang 250 meter.
Advertisement
Sebagian besar peserta belum pernah mencoba olahraga dragon boat atau kompetisi sejenis. Untuk itu, Klub Dayung Bahtera selaku penyelenggara telah menggelar latihan serentak bagi semua tim yang diadakan setiap Sabtu sejak Mei hingga awal Agustus sebagai persiapan berkompetisi dalam JDBF.
Ketua Umum PODSI DKI Jakarta, WS. Wirjawan menyambut baik kejuaraan ini. Selain menambah popularitas olahraga dayung, Wirjawan berharap JDBF juga berpotensi memunculkan bibit atlet baru.
"Jakarta Dragon Boat Festival dapat menjadi kegiatan positif yang memfasilitasi para komunitas olahraga dayung, khususnya membantu PODSI DKI memasyarakatkan olahraga dayung lebih luas dan mencari bibit atlet muda berbakat danberpotensi,” katanya dalam rilis yang diterima Liputan6.com.
Sementara itu, Project Director JDBF Ke-4, Qurrotul A’yun, menjelaskan, dalam 3 bulan persiapan banyak peserta memperlihatkan kemajuan meski baru pertama kali mencoba olah raga ini.
"Hal ini menunjukkan minat maupun potensi yang sangat besar untuk mempopulerkan olahraga dayung di Indonesia," ujar Qurrotul A’yun menambahkan.
Paddle Without Plastics
Selain beradu cepat di lintasan sepanjang 250 meter, acara Jakarta Dragon Boat Festival (JDBF) mengusung semangat “paddle without plastics”. Gerakan ini mengajak peserta, penonton dan semua pihak yang terlibat untuk turut peduli lingkungan hidup dengan tidak menggunakan kemasan makanan dan minuman plastik, menyediakan depot isi ulang air dan daur ulang kemasan makanan dan plastik.
Selain lomba dayung, dalam festival ini juga diadakan bazaar, games, pertunjukan budaya serta musik, dan menerapkan standar keselamatan dan protokol kesehatan secara ketat.