Studi: Menjadi Superman Tidak Ada Salahnya

Menurut penelitian, kalau seseorang yang menganggap dirinya superman, ternyata membuat sifat manusia lebih baik.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Februari 2013, 16:04 WIB
Siapa yang tidak mengenal superhero superman yang bisa terbang dan selalu menolong orang-orang. Menurut penelitian baru-baru ini menyebutkan kalau seseorang yang menganggap dirinya superman, ternyata membuat sifat manusia lebih baik.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam PLoS One, menyatakan kalau ketika seseorang diberi kesempatan untuk terbang seperti Superman, mereka akan menjadi lebih cepat dan tanggap untuk membantu orang asing yang membutuhkan.

Penelitian ini menindaklanjuti penelitian sebelumnya yang menemukan orang-orang yang melakukan tindakan virtual kebaikan sementara di video game cenderung untuk melakukan perbuatan baik dalam kehidupan nyata.

Pada percobaan ini, Stanford University peneliti merekrut 30 pria dan 30 wanita untuk 'terbang' di kota virtual di university's Virtual Human Interaction lab, seperti dilansir Nydailynews, Selasa (5/1/2013)

Peneliti membagi peserta untuk terbang seperti superman dan terbang dengan helikopter. Sebagian peserta diberitahu kalau mereka akan mengalami penerbangan sebagai penumpang di helikopter. Peserta lainnya boleh melihat keluar jendela tapi karena tidak ada kontrol kemudi, jadi sebagian peserta diberitahu kalau mereka memiliki kemampuan untuk terbang. Peserta juga diberi petunjuk tentang cara untuk mengarahkan penerbangannya dan menggerakkan tangan mereka untuk terbang.

Kedua kelompok helikopter dan kelompok superhero ini kemudian diberi tugas yang sama untuk menyelesaikan game virtual yaitu terbang melalui kota yang dilanda gempa dan menyelamatkan seorang anak diabetes yang sedang menunggu sebuah botol insulin.

Kata-kata 'super' atau 'superhero' tidak pernah disebutkan untuk mempelajari peserta. Namun mereka yang mengalami penerbangan virtual cenderung bertindak lebih murah hati hingga akhir permainan.

Setelah penerbangan itu berakhir, peneliti sengaja menjatuhkan cangkir yang berisi 15 pena. Peneliti memberikan waktu lima detik untuk melihat bagaimana subjek akan bereaksi.

Subjek superhero bergerak lebih cepat untuk membantu mengambil pena, dan juga mengambil lebih banyak dibandingkan dengan subjek helikopter.

Meskipun peserta tidak diberitahu kalau mereka adalah pahlawan super dalam game virtual, tapi melakukan tindakan begitu tanggap seperti Superman yang mungkin telah mengaktifkan sikap kognitif.

Para penulis penelitian menyimpulkan kalau dalam dunia maya mungkin orang berpikir tentang diri mereka yang bisa membantu sesamanya, dan kemudian pergi untuk menjadi peserta aktif dalam petualangan. Jadi tidak ada salahnya Anda bersikap seperti Superman jika Anda bisa membantu banyak orang. (Fit/Igw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya