Byron Moreno: Dari Piala Dunia ke Jeruji Besi

Nama Byron Moreno menjadi mimpi buruk bagi sepak bola Italia dan penikmatnya. Fans Gli Azzurri tidak pernah melupakan nama itu dan bersikeras bahwa Moreno bertanggung jawab atas tersingkirnya Italia pada Piala Dunia 2002.

oleh Dania SaktiDiterbitkan 07 Agustus 2022, 15:00 WIB
Illustrasi wasit saat memimpin pertandingan Liga 1 2017. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Liputan6.com, Jakarta Putaran final Piala Dunia yang digelar empat tahun sekali adalah momen yang selalu dinantikan para penikmat sepak bola di seluruh dunia. Tahun ini, Piala Dunia Qatar yang akan dimulai pada 21 November 2022 menjadi ajang Piala Dunia pertama yang digelar di kawasan Timur Tengah.

Benua Asia sendiri telah dua kali didaulat sebagai tuan rumah Piala Dunia. Dua puluh tahun lalu, Piala Dunia 2002 yang digelar di Jepang dan Korea Selatan tidak hanya menjadi momen epik bagi penikmat sepak bola Asia, tetapi juga menjadi momen bersejarah bagi bangsa Asia.

Sebaliknya, Piala Dunia 2002 merupakan mimpi buruk bagi sepak bola Italia dan hingga kini masih membekas tak hanya di benak para pemain, tetapi juga di hati para penggemar. Semua itu bermula dari satu pertandingan babak 16 besar antara Italia melawan tuan rumah Korea Selatan yang dipimpin wasit asal Ekuador, Byron Moreno. Pertandingan itu berakhir penuh kejutan dengan kemenangan yang nyaris mustahil bagi Korea Selatan.

Nama Moreno menjadi mimpi buruk bagi sepak bola Italia dan penikmatnya. Fans Gli Azzurri tidak pernah melupakan nama itu dan bersikeras bahwa Moreno bertanggung jawab atas tersingkirnya Italia pada Piala Dunia 2002.

Menilik kembali perjalanan karier perwasitan dan kehidupan personalnya, Byron Moreno sendiri menyisakan kisah yang rumit.


Siapa Byron Moreno?

Ilustrasi Merah. Foto : alanwcollins

Moreno lahir di Quito, Ekuador, pada 23 November 1969 dengan nama lengkap Byron Aldemar Moreno Ruales. Ia memulai kariernya di lapangan hijau sebagai pemain junior untuk klub Deportivo Quito dan sempat memenangkan gelar juara pada kompetisi junior. Namun, alih-alih melanjutkan karier menjadi pesepak bola profesional, Moreno lebih tertarik untuk mempelajari teknik perwasitan. Hal itu terinspirasi dari ayahnya, seorang inspektur wasit. Moreno secara resmi terdaftar di FIFA sebagai wasit internasional dari tahun 1996 hingga 2003.

Pada 2002, Moreno sempat diskors dari 20 laga setelah memberikan 13 menit perpanjangan waktu dan penalti kontroversial untuk memenangkan Liga Quito dalam kompetisi Liga Primera A Ekuador. Liga Quito adalah tim sepak bola profesional yang bermarkas di ibu kota Ekuador Quito, tempat Moreno mencalonkan diri sebagai wali kota kala itu.

Lanjut Baca:

Moreno kembali berulah saat menjalankan pertandingan ketiganya setelah masa skors berakhir. Ia kembali diskors satu pertandingan setelah mengeluarkan 3 kartu merah untuk tim tamu Deportivo Quito dalam laga imbang 1-1 melawan Deportivo Cuenca yang digelar bulan Mei 2003. Beberapa bulan kemudian, Moreno mengakhiri serangkaian kontroversi yang kerap disajikannya di lapangan hijau dan skors yang bertubi-tubi diterimanya dengan menyatakan pensiun dari sepak bola.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya