Liputan6.com, Jakarta Timnas Swiss lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 setelah mengalahkan Bulgaria 4-0 di kualifikasi Piala Dunia Grup C Zona Eropa. Saat akhir pertandingan, pemain Man of the Match, Xherdan Shaqiri langsung percaya diri tentang langkah mereka di Piala Dunia 2022 nantinya.
"Hanya tim terbaik di dunia yang bisa bermain di Piala Dunia. Setiap pertandingan akan sulit bagi kami, tetapi kami tahu kami memiliki pengalaman. Kami memainkan banyak Piala Dunia. Dengan pengalaman itu sekarang, kami pergi dengan percaya diri untuk mencoba lolos pertama di grup ini," ujar Shaqiri dikutip dari Marca.
Advertisement
Swiss akan tampil di putaran final Piala Dunia untuk ke-12 kalinya, dan yang kelima beruntun. Tim berjulukan Nati ini pertama kali ikut di Piala Dunia pada 1934, ketika mereka berhasil mencapai perempat final.
Di Piala Dunia 2022, tim asuhan Murat Yasin ini tergabung dalam Grup G bersama pemegang gelar juara Piala Dunia terbanyak, Brasil, juga ada Serbia dan Kamerun.
Swiss berada berada jauh lebih baik dari Serbia dan Kamerun, menjadikan mereka dan Brasil dua tim yang difavoritkan di grup ini. Rata-rata skuad Swiss saat ini berusia 27,2 tahun dan masih dipimpin dua pemain bintang mereka, Xhaka Granit dan Xherdan Shaqiri.
Selain itu ada Breel Embolo, penyerang klub Borussia M'Gladbach yang menjadi pemain tertajam Swiss sepanjang kualifikasi Piala Dunia.
Pemain 25 tahun itu dua kali menjadi man of the match dan mencetak 3 gol serta 3 assist dari 4 pertandingan fase penyisihan.
Swiss tampil sebagai juara grup mengalahkan juara Eropa 2020, Italia yang hanya menjadi runner up. Swiss berhasil mengumpulkan 18 poin dari delapan pertandingan yang dimainkan sepanjang Maret hingga November 2021.
Murat dan Yakin dan pasukan tanpa kekalahan, dengan meraih 5 kemenangan ditambah 3 hasil imbang. Mereka menjadi tim terjadi di fase kualifikasi dengan mencetak 15 gol dan hanya kebobolan 2 kali.
Pemain Terbaik - Xherdan Shaqiri
Nama Xherdan Shaqiri masih menjadi magnet di timnas Swiss. Mantan pemain Bayern Munchen, Inter Milan, Liverpool ini menjadi pemain kedua dengan nilai terbaik sepanjang kualifikasi, di bawah Embolo.